Pemerintah Patok Pertumbuhan Industri 5,67%

Kementerian Perindustrian memproyeksikan pertumbuhan industri pengolahan non migas sebesar 5,67% pada tahun depan. Angka proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan target 2017 sebesar 5,4%.
Annisa Sulistyo Rini | 11 Desember 2017 17:08 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian memproyeksikan pertumbuhan industri pengolahan non migas sebesar 5,67% pada tahun depan. Angka proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan target 2017 sebesar 5,4%.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Kemenperin menetapkan angka pertumbuhan tersebut dengan mempertimbangkan berbagai capaian, potensi, dan peluang industri ke depan. Pada kuartal III/2017, pertumbuhan industri manufaktur berada di level angka 5,49%, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 3,89% dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,06%.

"Pertumbuhan industri pada 2018 akan didorong oleh beberapa sektor industri, seperti makanan dan minuman, bahan kimia dan barang dari kimia, farmasi, logam dasar, alat angkutan, dan elektronik," ujarnya dalam Seminar Nasional Outlook Industri 2018 di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Untuk mencapai target pertumbuhan industri manufaktur tersebut, Airlangga menyebutkan ada beberapa pekerjaan rumah Kemenperin yang harus segera diselesaikan, seperti pembahasan insentif fiskal yang sedang dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan. Saat ini, Kemenperin tengah mengusulkan adanya insentif pajak berupa tax allowance bagi industri yang berinvestasi untuk vokasi dan inovasi, serta untuk industri padat karya berbasis ekspor.

Selain itu, masalah tenaga kerja juga menjadi fokus utama pemerintah. Dalam hal ini, Kemenperin mendorong program link and match dengan menggandeng perusahaan-perusahaan dan SMK serta politeknik untuk mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami perlu juga kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja terkait labour market efficiency. Juga untuk mendukung digital economy karena struktur labour-nya berbeda," katanya.

Kemenperin juga memiliki prioritas lainnya yang tengah dijalankan, yaitu pendalaman struktur industri lewat penguatan rantai nilai industri, pengembangan industri kecil dan menengah melalui platform digital, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, dan pengembangan wilayah industri. 

Tag : industri
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top