Terminal Peti Kemas Koja Catat Arus Peti Kemas Lampaui Target

Terminal Peti Kemas (TPK) Koja,Jakarta mencatatkan arus peti kemas baik dari pelayaran internasional maupun domestik (throughput) hingga minggu pertama Desember 2017 melampaui target melebihi satu juta Teus.
Newswire | 11 Desember 2017 02:25 WIB
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -  Terminal Peti Kemas (TPK) Koja,Jakarta mencatatkan arus peti kemas baik dari pelayaran internasional maupun domestik (throughput) hingga minggu pertama Desember 2017 melampaui target melebihi satu juta Teus.

"Hingga akhir tahun ini manajemen TPK Koja memperkirakan total throughput dapat mencapai 1,095 juta Teus, atau 31 persen melampaui target awal 2017 yang ditetapkan 830.531 Teus.," ujar General Manajer (GM) TPK Koja Ade Hartono, di Jakarta, dalam keterangan resminya, Minggu (10/12/2017).

Menurut Ade Hartono, pencapaian ini merupakan prestasi monumental bagi TPK Koja. Hal ini membuktikan kerja keras manajemen dan seluruh pekerja membuahkan hasil yang membanggakan.

Perkiraan throughput hingga akhir tahun ini sebanyak 1,095 juta Teus juga meningkat 32 persen dari 2016 sebesar 827.198 Teus.

Selain itu, lanjut General Manajer TPK Koja Ade Hartono, hasil throughput yang melebihi satu juta Teus juga dimasudkan untuk mendukung program pemerintah mewujudkan efisiensi biaya logistik dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Ade menjelaskan, hasil ini akan menjadi acuan perusahaan untuk melangkah "Kami harus terus melakukan improvement (perbaikan) untuk mempertahankan prestasi ini, terutama melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan perbaikan fasilitas penunjang," tambahnya.

"TPK Koja akan terus fokus pada pertumbuhan volume, pertumbuhan profit, dan penciptaan layanan baru yang mendukung layanan bisnis utama, seperti mengintegrasikan layanan transhipment," katanya.

..Selain pencapaian throughput yang melebihi satu juta Teus, pada tahun ini TPK Koja juga mencatatkan capaian lainnya, antara lain peningkatan Box Crane per Hour (BCH), migrasi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) terbaik.

Corporate Secretary TPK Koja Nuryono Arief menjelaskan rasio bongkar muat petikemas dari kapal atau Box Crane per Hour (BCH) TPK Koja per September 2017 sudah mencapai 23 boks per jam, meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang hanya 20 boks per jam.

TPK Koja, kata Arief, juga telah memulai migrasi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015, ditandai dengan diterimanya sertifikat ISO 9001:2015 pada April 2017. Dan pada akhir Oktober 2017, TPK Koja dinyatakan tetap layak menyandang sertifikat ISO 9001:2015 setelah dilakukan audit independen.

Sumber : ANTARA

Tag : tpk koja
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top