Easybiz 2.0 Dorong Sektor UKM

Platform Easybiz 2.0 akan mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan startup untuk mendirikan perusahaan melalui proses perizinan yang mudah baik dalam membuat perseroan terbatas (PT) maupun persekutuan komanditer (CV).
Sholahuddin Al Ayyubi | 13 Desember 2017 13:54 WIB
Easybiz 2.0 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Platform Easybiz 2.0 akan mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dan startup untuk mendirikan perusahaan melalui proses perizinan yang mudah baik dalam membuat perseroan terbatas (PT) maupun persekutuan komanditer (CV).

CEO Easybiz 2.0, Leo Faraytody mengakui saat ini salah satu kendala yang dihadapi oleh para pelaku UKM dan startup untuk membuat perusahaan adalah birokrasi yang cukup rumit. Menurutnya, melalui platform tersebut pelaku UKM dan startup dapat mendirikan perusahaan dengan mudah, karena akan dipandu langsung oleh EasyBiz 2.0.

"Melalui platform ini, mereka akan semakin mudah mengurus perizinan karena kami sudah menyiapkan tahapannya seperti apa untuk membuat suatu perusahaan. Jadi para pengusaha bisa fokus menjalankan bisnis mereka," tuturnya dalam keterangan resminya, Selasa (12/12).

Dia menjelaskan melalui platform tersebut pengguna tidak perlu bolak-balik lagi untuk menanyakan kekurangan dokumennya. Pasalnya, melalui Easybiz 2.0 tersebut, pengguna dapat memantau langsung dokumen yang akan diajukan sudah sampai mana melalui fitur yang disediakan.

"Untuk pengembangan selanjutnya kami akan membuka layanan serupa di 10 kota di Indonesia. Layanan ini dapat mendukung pemerintah agar angka ease of doing business Indonesia naik," katanya.

Seperti diketahui, berdasarkan riset yang dirilis oleh Google bersama A.T Kearney pada September 2017, disebutkan bahwa hingga semester I/2017 nilai investasi perusahaan rintisan berbasis digital telah mencapai angka sebesar Rp40 triliun. Angka tersebut melampaui nilai investasi di sektor makanan dan minuman, namun angka tersebut masih di bawah sektor pertambangan dan migas.

Tag : StartUp
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top