Petrokimia Gresik Siap Dongkrak Ekspor

Pengembangan produksi NPK yang dilakukan Pupuk Indonesia Grup akan memberikan ruang bagi Petrokimia Gresik untuk mendorong ekspor pupuk NPK.
Annisa Sulistyo Rini | 14 Desember 2017 22:21 WIB
Logo Petrokimia Gresik. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Pengembangan produksi NPK yang dilakukan Pupuk Indonesia Grup akan memberikan ruang bagi Petrokimia Gresik untuk mendorong ekspor pupuk NPK.

Kadek K. Laksana, GM Pemasaran dan Logistik Petrokimia Gresik, mengatakan selama ini perseroan banyak mengekspor NPK ke Filipina dan India dengan volume ekspor ke negara-negara tersebut mencapai 300.000 ton. Selain kedua negera tersebut, perseroan juga mengirim produknya ke Afrika Selatan, Nigeria, dan Brasil. 

Kadek melanjutkan perluasan kapasitas produksi pabrik NPK di Sumatra dan Kalimantan bertujuan memangkas biaya logistik. 

"Nanti setelah perluasan, NPK di wilayah Sumatra dan Kalimantan bisa dipasok oleh saudara kami. Harapannya kami bisa meningkatkan ekspor karena lokasi pabrik kami paling strategis untuk ekspor, di pinggir samudra, sehingga memungkinkan untuk ekspor dengan kapal besar," ujarnya, Kamis (14/12/2017).

Pupuk Indonesia Grup akan menambah kapasitas produksi sebesar 3,4 juta ton pada 2021 melalui beberapa anak usaha, seperti PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, yang melakukan pengembangan pabrik NPK dengan kapasitas 200.000 per tahun. 

Selain itu, persiapan proyek lain juga sedang dilakukan, yaitu pembangunan pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda sebesar 1 juta ton per tahun, PT Pupuk Kujang Cikampek sebesar 200.000 ton per tahun, PT Petrokimia Gresik sebesar 500.000 ton per tahun dan PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar 1 juta ton per tahun.

Penjualan pupuk Petrokimia Gresik untuk pasar ritel domestik terbagi menjadi dua, yaitu pupuk untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai yang terpusat di Jawa dan pupuk untuk tanaman perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit, yang banyak disalurkan ke Sumatra dan Kalimantan. 

Kebutuhan NPK dalam negeri untuk kebun rakyat dan korporasi masih belum bisa dipenuhi oleh produsen domestik. Produksi NPK Pupuk Indonesia Grup saat ini sekitar 3,1 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan NPK domestik mencapai 8 juta ton per tahun.

"Petrokimia Gresik memproduksi NPK 2,7 juta ton per tahun," ujar Kadek.

Produk pupuk yang dihasilkan Petrokimia Gresik antara lain urea, ZA, SP-36, ZK, phonska, NPK, pupuk spesifikasi komoditi, petroganik, petro biofertil, dan KCL serta rock poshpate.

Tag : petrokimia gresik
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top