Kemenhub Ubah Trayek & Pola Subsidi Tol Laut

Kementerian Perhubungan bakal mengubah pola operasional Tol Laut pada 2018 agar sasaran program berjalan lebih efektif. Perubahan mencakup pola trayek dan pola subsidi.
Rivki Maulana | 14 Desember 2017 18:09 WIB
Ilustrasi kapal yang termasuk program tol laut - Antara/Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan bakal mengubah pola operasional Tol Laut pada 2018 agar sasaran program berjalan lebih efektif. Perubahan mencakup pola trayek dan pola subsidi.

Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo mengatakan pemerintah mengubah pola trayek dengan menerapkan skema hub and spoke. Artinya, kapal besar hanya akan berlayar ke pelabuhan induk di mana distribusi barang ke wilayah sekitarnya menggunakan kapal pengumpan yang lebih kecil.

Perubahan pola trayek menurut Agus bakal membuat jumlah trayek bertambah dari 13 trayek pada 2017 menjadi 15 trayek di tahun depan. Perbedaan yang mencolok, tahun ini seluruh trayek menggunakan pola operasi langsung antarpelabuhan.

"Masalahnya, di pelabuhan tujuan itu infrastruktur [pelabuhan dan peralatan] tidak siap sehingga kapal besar tidak bisa masuk. Maka kami lakukan reroute agar lebih efisien," jelasnya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Agus menjelaskan skema hub and spoke tahun depan dimungkinkan karena Kemenhub bakal mengoperasikan 15 kapal kontainer baru berkapasitas 115 TEUs. Kapal-kapal tersebut telah dipesan Kemenhub sejak 2015 dan sebagian besar rampung di akhir 2017.

Agus mengatakan pihaknya saat ini belum memutuskan komposisi operator yang akan menjalankan program Tol Laut. Yang jelas dia menyebut, pola penugasan dan lelang akan tetap ditempuh. Tahun ini, sebanyak tujuh rute dibuka untuk swasta melalui lelang sedangkan sisanya melalui penugasan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).

Selain kapal kontainer milik negara, program Tol Laut tahun depan juga bakal dipadukan dengan program feri jarak jauh atau long distance ferry. Kapal yang melayani trayek feri jarak jauh menurut Agus bakal menjadi pengumpan dari trayek-trayek tol laut.

Sejauh ini, feri jarak jauh telah beroperasi untuk rute Panjang--Tanjung Priok, Tanjung Priok--Gresik, dan Surabaya--Lembar. PT Jagat Zamrud Khatulistiwa dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi operator feri jarak jauh untuk trayek Tanjung Priok--Gresik.

Tag : Tol Laut
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top