Akses Telekomunikasi : Kabupaten Mimika Butuh Minimal 14 BTS

Untuk mengatasi kesulitan telekomunikasi, Kabupaten menjalin kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi dalam pembangunan base transceiver station.
Newswire | 15 Desember 2017 09:36 WIB
Teknisi Telkomsel melakukan perawatan jaringan di salah satu menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Perkebunan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/9). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, TIMIKA - Untuk mengatasi kesulitan telekomunikasi, Kabupaten menjalin kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi dalam pembangunan base transceiver station.

Pemerintah Kabupaten Mimika setidaknya membutuhkan 14 base transceiver station (BTS) yang ditempatkan di distrik-distrik dan kampung-kampung pedalaman serta pesisir untuk mempermudah akses telekomunikasi dan informasi bagi warga.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob yang dihubungi dari Timika, Jumat (15/12/2017), mengatakan sejauh ini baru satu BTS yang telah beroperasi di pesisir Mimika yaitu BTS Atuka, ibu kota Distrik Mimika Tengah.

Tahun ini Dishubkominfo Mimika membangun satu lagi BTS di Kokonao, ibu kota Distrik Mimika Barat.

BTS Kokonao yang sedang dipasang itu memiliki tinggi 75 meter dengan cakupan keliling mencapai 75 kilometer yang diperkirakan dapat menjangkau sejumlah kampung di wilayah pesisir Mimika seperti Kokonao, Ipaya, Amar, Keakwa, Timika Pantai hingga Atuka.

"Pembangunan BTS ini kami bekerja sama dengan PT Telkomsel. Dalam arti, kami yang membangun menara BTS-nya, menyediakan lahan untuk pembangunan BTS, lalu nanti Telkomsel akan menyediakan fasilitasnya," jelas John.

John mengatakan kerja sama pemanfaatan BTS tersebut antara Dishubkominfo Mimika dengan pihak Telkomsel berlangsung untuk jangka waktu dua tahun ke depan. Selanjutnya, akan dievaluasi pemanfaatan jaringan telekomunikasi tersebut. Jika sangat prospektif maka akan disewakan kepada operator seluler yaitu PT Telkomsel.

Terkait keberadaan BTS Kokonao, pihak Telkomsel Kantor Cabang Timika berencana mengaktifkannya pada sekitar Februari atau Maret 2018.

Menurut John, Pemkab Mimika masih membutuhkan sekitar 12 BTS lagi untuk dipasang di distrik-distrik dan kampung-kampung wilayah pesisir dan pedalaman Mimika agar masyarakat di pelosok-pelosok bisa mengakses informasi melalui telepon genggam.

"Sesuai perencanaan kami, masih dibutuhkan sekitar 12 BTS lagi untuk bisa menjangkau seluruh wilayah Mimika. Tentu ini membutuhkan biaya yang sangat mahal. Untuk membangun BTS di daerah-daerah yang sulit dan terisolasi itu, tentu operator seluler tidak bersedia membangun. Makanya dibutuhkan peran Pemda didukung oleh pihak-pihak lain untuk menyediakan fasilitas ini," jelas John.

Sejumlah distrik di Mimika yang sama sekali belum terjangkau jaringan telepon seluler seperti Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat, Amar, Mimika Timur Jauh, Jita, Jila, Agimuga, Hoeya, Alama, Tsinga dan Aroanop.

Sumber : Antara

Tag : telekomunikasi, mimika
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top