Ini 3 Fintech yang Digaet Go-Jek, Apa Bisnis Mereka?

Go-Jek hari ini mengumumkan akuisisi atas tiga perusahaan fintech yaitu Kartuku, Midtrans, dan Mapan.
Demis Rizky Gosta | 15 Desember 2017 08:10 WIB
President of GO-JEK Andre Soelistyo (kanan) menerima penghargaan dari Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di Jakarta, Selasa (18/7). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Go-Jek hari ini mengumumkan akuisisi atas tiga perusahaan fintech yaitu Kartuku, Midtrans, dan Mapan. Teknologi yang dikembangkan tiga perusahaan tersebut memperkuat bisnis solusi pembayaran Go-Jek.

Kartuku adalah penyedia jasa pembayaran offline terbesar di Indonesia. Perusahaan ini melayani sekitar 100 perusahaan ritel dan mengoperasikan lebih dari 150.000 alat pembayaran nontunai di gerai offline di seluruh Indonesia.

“Kartuku akan fokus pada pengembangan penggunaan offline Go-Pay dengan mengintegrasikan penerimaan layanan dompet digital ini ke jaringan merchant kami. Secara bersamaan, kami juga akan menyediakan infrastruktur pembayaran offline bagi 125 ribu merchant di Indonesia. Tujuan kami adalah membuat Go-Pay bisa diterima di mana-mana,” ujar Thomas Husted dari Kartuku dalam siaran pers (15/12)

Midtrans didirikan oleh Ryu Suliawan pada 2012. Kini, Midtrans merupakan penyedia jasa gerbang pembayaran online terbesar di Indonesia.

Perusahaan ini memiliki kerja sama dengan bank-bank di tanah air, maskapai penerbangan, bisnis ritel dagang-el, dan perusahaan-perusahaan fintech

Midtrans saat ini bermitra dengan lebih dari 3.000 merchant online dan memproses 18 metode pembayaran online yang berbeda-beda.

“Midtrans berharap dapat meningkatkan jangkauan Go-Jek Group dalam pembayaran online secara signifikan. Kami bukan hanya memproses transaksi online, namun juga berinvestasi secara signifikan untuk membuat belanja online menjadi lebih aman,” ujar Ryu.

Mapan merupakan platform arisan online. Perusahaan ini telah membantu mengatur keuangan lebih dari 1 juta keluarga Indonesia di lebih dari 100 kota agar melalui sistem arisan yang unik.

Aldi Haryopratomo mendirikan Mapan pada 2009 dan sekarang memiliki hampir 2.000 karyawan.

“Dengan menjadi bagian GO-JEK Group, kami akan mengakselerasi inklusi keuangan bagi masyarakat yang masih unbanked, terutama mereka yang berada di daerah-daerah perdesaan tempat layanan Go-Jek belum sepenuhnya tersedia. Mapan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan perencanaan keuangan yang lebih bertanggung jawab serta mendukung mereka memiliki kesempatan untuk menjadi lebih mapan,” ujar Aldi.

Tag : fintech
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top