Link Malware Lowongan Kerja Ancam Kredensial Pemilik Cryptocurrency

Daya tarik mata uang Crypto sudah mulai menyasar kepada kelompok Cybercrime. Mereka pun berupaya untuk mengambil data korban lewat tautan berisi yang tawaran lowongan kerja sebagai Direktur Keuangan sebuah perusahaan mata uang Crypto.
Surya Rianto | 16 Desember 2017 19:05 WIB
Ilustrasi bitcoin. - Reuters/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA – Daya tarik mata uang Crypto sudah mulai menyasar kelompok cybercrime. Mereka pun berupaya untuk mengambil data korban lewat tautan berisi tawaran lowongan kerja sebagai direktur keuangan sebuah perusahaan mata uang Crypto.

Seperti dilansir Reuters pada Sabtu (16/12/2017), Secureworks, perusahaan keamanan Cyber Amerika Serikat (AS) pun menyebut baru-baru ini pihaknya memantau ada aktivitas pengiriman email berupa klik tautan yang berisi tentang lowongan pekerjaan sebagai direktur keuangan pada sebuah perusahaan mata uang Crypto di London.

Nantinya, mereka yang tertarik dengan klik tautan lowongan kerja itu akan terinfeksi oleh malware. Infeksi dari malware itu bisa membuat data-data korban bisa diambil alih oleh peretas. Namun, Secureworks belum mengungkapkan jumlah korban yang sudah mengklik tautan tersebut.

Upaya yang dilakukan peretas itu disebut spearphising. Kelompok Cybercrime Lazarus disebut berhubungan dengan aksi tersebut.  Fenomena mata uang Crypto seperti Bitcoin juga menarik perhatian kelompok Cybercrime Lazarus yang disebut memiliki hubungan dengan Korea Utara. Kelompok itu pun disebut melakukan spearphishing untuk mengambil data orang-orang yang menempatkan dananya di mata uang Crypto.

Kelompok Lazarus itu disebut tengah mengembangkan skema pencurian surat kredensial online dalam industri Bitcoin. Di sisi lain, beberapa transaksi Bitcoin yang terjadi di Korea Selatan beberapa waktu terakhir disebut dilakukan oleh pihak Korea Utara.

Para peneliti Secureworks telah menemukan bukti kalau mulai ada minat transaksi Bitcoin dari Korea Utara. Pasalnya, dari beberapa computer itu menunjukkan alamat internet Korea Utara yang sangat langka ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.

Lalu, alamat internet asal Korea Utara itu pun memiliki hubungan dengan penyerang Cyber dari Korea Utara sebelumnya.

Salah seorang juru bicara Secureworks menyebut  pihaknya sudah merilis temuan awal itu, dan akan mempublikasikan laporan yang lebih lengkap beberapa waktu ke depan.

“Mengingat kenaikan harga bitcoin saat ini, kami menduga mulai ada ketertarikan Korea Utara terhadap mata uang Crypto itu sanga tinggi dan aktivitas serupa terus berlanjut,” ujar pihak Secureworks.

Harga mata uang Crypto itu memang tengah berfluktuasi cukup tinggi. Setelah melonjak melewati kisaran US$10.000. Harga mat auang virtual it uterus melaju hingga mendekati US$20.000.

Terakhir, pada Jumat (15/12/2017), harga Bitcoin naik lebih dari 7% menjadi sekitar US$17.500 dan nilai itu sudah naik 18 kali lebih tinggi sepanjang tahun ini.

Tag : bitcoin, cyber crime
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top