Pasar Dikuasai Produk Sepeda Impor, Investor Asing Pilih Wait and See

Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia menilai investor asing masih memilih sikap menunggu untuk menanamkan modal di Indonesia.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 18 Desember 2017 19:16 WIB
Ilustrasi balap sepeda BMX - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia menilai investor asing masih memilih sikap menunggu untuk menanamkan modal di Indonesia.

Rudiyono, Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), menyampaikan potensi Tanah Air untuk menyerap produk sepeda terbilang tinggi melihat populasi masyarakat di Indonesia mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Namun, masyarakat Indonesia masih memiliki kesadaran yang minim untuk memilih sepeda sebagai alternatif moda transportasi.

Permintaan sepeda hanya mencapai 5,5 juta—6 juta unit per tahun. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 7 juta unit pada tahun depan.

“Investasi di sektor sepeda masih menjanjikan, tetapi penanam modal asing masih wait and see,” kara Rudiyono kepada Bisnis, Senin, (18/12/2017).

Menurutnya, salah satu faktor yang menyurutkan minat investor adalah maraknya sepeda asal China yang menguasai pangsa pasar nasional hampir sebesar 70%. Kendati demikian, sejumlah pabrikan terus melanjutkan investasi. “Ada perusahaan yang telah membeli mesin yang canggih agar lebih produktif dan kompetitif. Akan tetapi sebagian besar belum berani untuk melakukan hal serupa,” ujarnya.

AIPI mencatat, dominasi China terhadap pasar sepeda Indonesia terjadi karena pabrikan lokal belum mampu secara maksimal memproduksi semua komponen produk di dalam negeri. Beberapa yang komponen penting seperti ban, rantai, dan gear masih didapatkan secara impor, bahkan mencapai 50%—60% terhadap total kebutuhan bahan baku.

“Impor ini tetap dilakukan untuk memenuhi standar keenomian industri sepeda, saat ini komponen dari luar lebih murah karena diproduksi dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Saat ini pabrikan lokal hanya mampu memproduksi sepeda sebanyak 2,5 juta unit per tahun. Angka ini jauh di bawah kapasitas produksi dari pabrikan sepeda di China sebesar 100 juta—125 juta unit per tahun.

 

 

Tag : sepeda
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top