Warga Buru, Maluku Kini Diterangi Lampu Tenaga Surya

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di Desa Waengapan, Kabupaten Buru, Maluku yang belum pernah teraliri listrik.
Gemal AN Panggabean | 20 Desember 2017 15:06 WIB
Ilustrasi Pembangkit listrik tenaga surya di atap gedung - zmescience.com
Bisnis.com, JAKARTA-- Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di Desa Waengapan, Kabupaten Buru, Maluku yang belum pernah teraliri listrik. 
 
 
Bantuan LTSHE ini terdiri dari satu unit panel surya berdaya 3 watt, empat lampu 3 watt, kabel, serta remote control yang mempunyai garansi 3 tahun. Lampu LTSHE ini dilengkapi dengan baterai lithium-ion dan anti pecah saat terjatuh.
 

Desa Waengapan merupakan desa tempat tinggal warga asli Pulau Buru. Semenjak 2006, pemerintah memulai progam untuk suku-suku adat agar tinggal menetap dan tidak berpindah-pindah.
 
 
Kepala Unit Pengendalian Percepatan dan Pembangunan Infrastruktur (UP3I) Kementerian ESDM Simon Laksmono Himawan mengatakan, kehadiran pihaknya ke Desa Waengapan dalam rangka sosialisasi fasilitas bantuan LTSHE untuk masyarakat. 
 
 
Saat ini, masih terdapat sekitar 2.500 desa yang belum teraliri listrik, termasuk Desa Waengapan. "Bantuan ini juga diberikan kepada sekitar 80 ribu penerima," ujarnya kepada wartawan Rabu (20/12).
 
 
Menurut Simon, bantuan LTSHE ini merupakan upaya pra-elektrifikasi bagi wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan PT PLN (Persero). Selama menunggu jaringan PLN masuk, masyarakat dapat menikmati penerangan dengan progam LTSHE. 
Tag : energi baru terbarukan, tenaga surya
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top