Batik Air Mulai Terbangi Kinabalu

Batik Air melayani rute dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Bandar Udara Internasional setiap hari Rabu dan Minggu dengan jadwal 1 kali penerbangan per harinya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 20 Desember 2017 17:22 WIB
Pesawat A320 Batik Air keluar dari hanggar pengecatan Airbus di Toulouse, Prancis, Kamis (12/6). - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Maskapai penerbangan dari Lion Air Group, Batik Air mulai membuka penerbangan ke Kinabalu, Malaysia, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Utama Batik Air Capt. Achmad Luthfie menyampaikan Batik Air melayani rute dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta menuju Bandar Udara Internasional setiap hari Rabu dan Minggu dengan jadwal 1 kali penerbangan per harinya.

Penerbangan dimulai pada pukul 01.00 dan tiba di Kinabalu pada 05.00. Sedangkan penerbangan sebaliknya akan berlangsung pukul 06.00 dari Kinabalu dan tiba di Bandara Internasional Soekarno–Hatta pukul 07.55 waktu setempat.

Capt. Achmad Luthfie mengatakan sedikit berbeda dengan destinasi menuju Silangit maupun Labuan Bajo, rute menuju Kinabalu dilayani Batik Air guna menunjang permintaan yang tinggi pada destinasi ini untuk perjalanan dan keperluan bisnis.

“Kami pun siap untuk mengakomodir perjalanan ini melalui udara agar memberikan kemudahan akses sehingga dapat membantu menstimulasi pertumbuhan ekonomi khususnya bagi Indonesia,” ujar Capt. Achmad Luthfie melalui siaran pers, Rabu (20/12/2017).

Dia mengatakan selanjutnya perusahaan akan melihat perkembangan keterisian penumpang pada rute ini. Alasannya, tidak menutup kemungkinan dengan jadwal dua kali penerbangan dalam seminggu dapat ditambah frekuensinya menjadi tujuh kali dalam seminggu.

“Batik Air pun berencana mengembangkan rute di Malaysia Timur, setelah Kinabalu kami melihat potensi di Kota Kuching,” jelasnya.

Direktur pengelola Bandara Malaysia Datuk Badlisham Ghazali mengatakan bahwa rute penerbangan baru akan menguntungkan kedua negara

"Kami senang melihat maskapai lain menambahkan Kota Kinabalu sebagai tujuan mereka setelah konsolidasi operasi di bawah satu terminal pada tahun 2015,” imbuh Datuk Badlisham.

Dia menjelaskan, berdasarkan catatan bandara di Malaysia, total pergerakan lalu lintas penumpang di BKI telah mengalami pertumbuhan yang baik dengan 7,3 juta dari Januari hingga November 2017, meningkat 11,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Bahkan, pergerakan lalu lintas penumpang internasional telah mengalami pertumbuhan yang lebih kuat,” tutur Datuk Badlisham.

Dalam pengoperasiannya, Batik Air akan menggunakan armada Airbus A320 ataupun Boeing 737-900 ER.

Hingga saat ini armada tersebut telah melayani ke lebih dari 35 destinasi domestik di Indonesia dan penerbangan internasional menuju Singapura, Kuala Lumpur, Chennai, dan Perth. Frekuensi layanan mencapai 280 penerbangan per hari, diterbangi 51 unit armada dan akan terus bertambah.

Tag : batik air
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top