AirNav Layani Pesawat Carter dari China di Tanjungpinang

AirNav Indonesia siap melayani pergerakan pesawat carter di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang dari beberapa kota di China mulai 2018.
Yudi Supriyanto | 20 Desember 2017 18:05 WIB
Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Bisnis.com, TANJUNGPINANG - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia Penerbangan (AirNav) Indonesia siap melayani pergerakan pesawat carter di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dari beberapa kota di China mulai 30 Januari 2018.

GM Cabang Tanjungpinang AirNav Indonesia Taslim mengungkapkan pihaknya menyampaikan rekomendasi slot time penerbangan carter rute Tanjungpinang - China maskapai penerbangan Citilink pada tanggal-tanggal tertentu dari 30 Januari sampai 28 Februari 2018 dengan total 48 penerbangan.

"Kami mempersiapkan operasional dan sumber daya manusia," kata Taslim di Tanjungpinang pada Rabu (20/12/2017).

Dia menuturkan perbedaan waktu antara China dan Indonesia membuat pesawat-pesawat carter yang akan melayani penerbangan langsung dari beberapa kota di China ke Tanjungpinang mulai akhir Januari 2018 dapat mendarat di luar jam-jam operasional bandara.

Taslim mencontohkan tidak menutup kemungkinan pesawat-pesawat carter dari China akan mendarat pukul 04.00 WIB meskipun jadwal pesawat paling pagi di Bandara Raja Haji Fisabilillah pukul 07.00 WIB.

Oleh karena itu, lanjutnya, pegawai AirNav akan lembur untuk melayani pesawat carter yang mengangkut wisatawan dari China yang akan mendarat di bandara tersebut.

Taslim mengakui kondisi tersebut akan membuat biaya operasional perusahaan mengalami kenaikan. Akan tetapi, tanpa menyebutkan dengan pasti, dia menuturkan kenaikan biaya operasional tersebut tidak signifikan.

Dia menuturkan berdasarkan data November 2017, jumlah pergerakan pesawat yang diatur oleh AirNav cabang Tanjungpinang mencapai 105 pergerakan per hari. Adapun jumlah pergerakan pesawat take off dan landing rata-rata mencapai 24 pergerakan per hari.

Saat ini pihaknya telah menggunakan tower air traffic control (ATC) baru dalam mengatur lalu lintas pesawat take off dan landing di bandara tersebut. Dengan ATC berketinggian 43 meter, ujar Taslim, petugas memiliki pandangan yang lebih luas untuk melihat kedatangan dan keberangkatan pesawat.

Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes H.D. Sirait mengatakan tower ATC baru yang telah selesai dibangun dan dioperasikan di Bandara Raja Haji Fisabilillah merupakan satu dari empat tower yang telah dibangun perusahaan itu pada tahun ini.

Menurutnya, nilai investasi yang telah dikeluarkan perusahaan untuk membangun tower di bandara tersebut mencapai Rp38 miliar.

Sirait menambahkan pembangunan tower baru tersebut merupakan langkah perusahaan dalam memodernisasi layanan navigasi.

Tag : bandara, AirNav
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top