Daging Sapi Surplus, Kementan: Tak Ada Alasan Harga Naik Tinggi

Pemerintah mengantisipasi kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang dan pengecer menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
Azizah Nur Alfi | 20 Desember 2017 12:46 WIB
Ilustrasi - Bisnis Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengantisipasi kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang dan pengecer menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyampaikan harga daging semestinya stabil dan tidak ada alasan untuk harga naik seiring dengan ketersediaan daging sapi yang cukup, bahkan surplus.

Berdasarkan prognosa kebutuhan daging sapi bulan Desember 2017 dan Tahun Baru 2018 sebesar 50.479 ton, sedangkan ketersediaannya sebesar 69.740 ton.
Ketersediaan daging tersebut berasal dari sapi lokal siap potong sebesar 29.602 ton (setara 173.987 ekor), sapi siap potong ex-impor sebesar 11.003 ton (setara 55.293 ekor), stok daging sapi di gudang importir per 8 Desember 2017 sebesar 11.200 ton, dan stok daging kerbau di Bulog per 8 Desember 2017 sebesar 17.935 ton.

“Untuk itu Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Satgas Pangan melakukan pengawasan distribusi untuk mengantisipasi penimbunan bahan kebutuhan pokok, termasuk daging sapi," katanya melalui keterangan resmi pada Selasa (19/12).

Antisipasi khususnya terhadap 8 provinsi yang merayakan Natal yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Sulut, Sumut, NTT, Kalbar, serta Bali dan NTB yang terdampak erupsi Gunung Agung.

Antisipasi juga dilakukan dengan melakukan pemantauan harga di tingkat produsen dan pengecer berkoordinasi antara Kementerian Pertanian dengan Kemendag.

Diarmita menyampaikan ada dua macam daging yang kini beredar di masyarakat yaitu daging segar dan daging beku. Harganya pun berbeda tergantung jenis dan potongan daging yang berkisar antara Rp65.000 - Rp120.000.

Preferensi konsumen terhadap daging saat ini juga masih ke daging segar (hot carcass). Dia mengatakan sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menyukai daging ini karena berasal dari sapi lokal.

“Pemerintah saat ini juga terus melakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari pemotongan sapi dengan melakukan perbaikan sistem pemotongan di RPH dan melakukan grading daging berdasarkan jenis potongan-potongan sesuai standard”, tambahnya.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Murfiani mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) harga daging sapi segar (lokal) sepanjang 2017 stabil berada di kisaran Rp110.000–Rp120.000 per kg.

Berdasarkan informasi perkembangan harga yang dihimpun dari Petugas PIP di daerah sentra produsen disebutkan bahwa harga sapi hidup pada pekan II Desember dibandingkan dengan pekan I Desember 2017 relatif stabil Rp44.500 per kg berat hidup.

Tag : daging sapi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top