Kampanyekan #BaliIsSafe, Kemenpar Gelar Penguatan Jejaring Wisata di Bali

Kementerian Pariwisata perkuat jejaring pariwisata di Bali dan mengampanyekan #BaliIsSafe demi mendukung pemulihan pariwisata di daerah itu pasca letusan Gunung Agung.
Amanda Kusumawardhani | 21 Desember 2017 09:31 WIB
Erupsi Gunung Agung - BNPB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata terus memperkuat jejaring pariwisata, khususnya Bali, dengan mengampanyekan #BaliIsSafe pasca tingginya aktivitas Gunung Agung.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bali menyelenggarakan Penguatan Jejaring Wisata di Bali. Kegiatan yang berjalan pada 16-17 Desember 2017 ini digelar di Hotel Bagus Agro Pelaga di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan berita bohong (hoax) seputar Gunung Agung membuat galau wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemulihan dalam rangka membangun imej positif tentang Bali.

"Sebenarnya kegiatan ini bukan hanya baru-baru ini saja kami lakukan. Kami lakukan juga tahun lalu, tapi hanya bentuknya dalam kemasan berbeda. Terlebih dengan kondisi seperti ini, semoga pemulihan Bali bisa cepat," ucap dia dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (21/12/2017).

Acara Penguatan Jejaring Wisata ini diikuti Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, Dispar Kota Denpasar, Dispar Kabupaten Badung, ASITA Bali, PHRI Badung, Bali Tourism Board (BTB), Puri Bagus Lovina, Nusa Dua Bali Tour and Travel, dan Bagus Jati Resort dari Ubud.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengemukakan kegiatan ini berbicara tentang jejaring keterkaitan dengan bagaimana pemerintah dan unsur kemasyarakatan meningkatkan wisatawan di Bali. Pemerintah Bali menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 5,5 juta pada tahun ini.

“Sampai dengan November 2017, kami sudah mendapatkan lebih dari 5,3 juta kunjungan. Kami tinggal menunggu Desember saja, tapi situasinya berbeda setelah erupsi. Hal itu yang terus kami genjot, bagaimana kami membuat supaya kedatangan 15.000 per hari sebelum erupsi bisa diwujudkan kembali,” ungkapnya.

Agung menambahkan pihaknya, melalui Bali Tourism Hospitality (BTH), terus melawan berita berita hoax yang beredar. Langkah tersebut diklaim berhasil karena hingga saat ini, jumlah kunjungan wisman sudah masuk mencapai 9.000 wisatawan per hari dan membuat optimisme pemerintah setempat meningkat. 

“Kami menceritakan hal yang riil. Gunung Agung itu jaraknya 12 kilometer, kalau di luar itu levelnya nol alias tidak masalah. Jadi level itu bukan Bali secara menyeluruh. Kami punya banyak destinasi selain Karangasem, untuk sementara Karangasem yang 12 kilometer itu kami tutup. Tetapi, daerah lain tetap kami buka," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sudah meminta rencana mitigasi untuk dimatangkan setelah rapat dengan BTH Task Force. Pelaku wisata Bali bersepakat mendukung program Hot Deals dan komitmen Rp100 miliar untuk program Hot Deals dari Kemenpar.

"Fokus kami saat ini adalah evaluasi pasca erupsi Gunung Agung yang terjadi pada akhir November, sekaligus persiapan pemulihan pariwisata Bali yang terdampak," ungkap dia.

Hasil rapat itu akan dijadikan masukan untuk Presiden Joko Widodo. Presiden dijadwalkan melakukan rapat terbatas mengenai dampak letusan Gunung Agung, pada 22 Desember.

Adapun BTH Task Force adalah organisasi yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Bali, dengan susunan pengurus perwakilan GIPI, PHRI, ASITA, dan perwakilan Kemenpar.

Tag : gunung agung
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top