Dua Konsultan AS Undurkan Diri dari Kasus Pengawasan ZTE Corp

Dua perusahaan konsultan yang dipekerjakan untuk membantu kepatuhan polisi Amerika Serikat terhadap sanksi perdagangan yang dilakukan ZTE Corp telah mengundurkan diri.
Anitana Widya Puspa | 23 Desember 2017 16:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Dua perusahaan konsultan yang dipekerjakan untuk membantu kepatuhan polisi Amerika Serikat terhadap sanksi perdagangan yang dilakukan ZTE Corp telah mengundurkan diri.

Seperti dikutip dari Reuters, perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di China telah menyetujui awal tahun ini untuk membayar denda hampir U$S 900 juta,yang terbesar dalam kasus kontrol ekspor AS.

Perusahaan itu membuka bukunya ke US Monitor sebagai bagian dari pengakuan bersalah pengiriman barang secara ilegal ke Iran dan Korea Utara.

Guidepost Solution dan Larkin Trade International dipekerjakan pada bulan Juni lalu oleh US Monitor yang bertanggung jawab atas rezim pengawasan. Selain itu juga mempekerjakan pengacara Texas James Stanton yang membantu menilai kepatuhan perusahaan terhadap undang-undang kontrol dan sanksi ekspor AS, guna mengurangi risiko kesalahan masa depan.

Pada akhir Agustus, kedua perusahaan berpisah dengan US monitor setelah bentrok mengenai pendekatan yang dilakukan terhadap pekerjaan tersebut. Meskipun Reuters tidak dapat menentukan alasan pasti hengkangngya keduanya. Menurut salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya Stanton pada awalnya membatasi akses konsultan ke dokumen dan pejabat ZTE, yang menghalangi kemampuan mereka untuk membantu memantau perusahaan tersebut.

Hingga kini Stanton belum merespon pemberitaan ini.

Senada Tina Larkin, pejabat keuangan utama Larkin International, menolak memberikan komentar, begitu juga juru bicara Guidepost Solutions.

Seorang pengacara untuk ZTE menolak untuk mendiskusikan kepergian perusahaan konsultan tersebut, ataupun hubungan perusahaan dengan US monitor tersebut.

"Kami hanya ingin menjadi kooperatif dan memiliki pemantau yang tepat," kata Matthew Bell, kepala kepatuhan untuk ZTE di Amerika Serikat.

Tag : zte
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top