Kopjaganti Manfaatkan Berbagai Produk Inovasi

Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani Indonesia atau Kopjaganti berkomitmen membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani melalui berbagai produk inovasi yang telah diimplementasikan.
Zufrizal | 23 Desember 2017 17:51 WIB
Petani memanen jagung saat panen di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (13/12). - ANTARA/Maulana Surya

Bisnis.com, JAKARTA — Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani Indonesia atau Kopjaganti berkomitmen membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani melalui berbagai produk inovasi yang telah diimplementasikan.

Ketua Umum Kopjaganti Dadang Mishal Tofthie mengatakan bahwa sebagian besar produk inovasi itu merupakan karya anak bangsa serta seluruhnya telah lolos uji akademis sebelum diimplementasikan kepada nelayan atau petani.

Dia memberi contoh penggunaan alat navigasi yang dinamakan Marlin untuk mencari ikan di beberapa lokasi desa nelayan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Marlin merupakan alat navigasi untuk menentukan lokasi-lokasi perairan yang banyak ikannya dalam uji coba di Demak, Pati, dan Banyuwangi nelayan mendapatkan hasil yang sangat siginfikan. Tidak hanya itu alat ini juga dapat digunakan memantau tinggi gelombang dan kecepatan angin, bahkan bisa mengirim sinyal SOS [bantuan] kalau ada masalah di tengah laut," kata Dadang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/12/2017).

Inovasi lainnya adalah lampu untuk nelayan dengan sumber energi berasal dari reaksi kimia air garam yang mampu menghasilkan cahaya tidak kalah dengan tenaga listrik dari diesel. Selain itu, biayanya jauh lebih ekonomis.

Penerapan proses kimia dari air garam, lanjut Dadang, juga dapat dibuat salju sampai masuk ke pori-pori ikan sehingga ikan tetap segar dan kualitasnya tetap terjaga sampai ke pasar.

Kopjaganti, jelas Dadang juga menggandeng PT Katama Suryabumi sebagai perusahaan inovasi dan pemegang paten konstruksi sarang laba-laba juga dalam rangka membantu petani dan nelayan dalam memasarkan produksi mereka.

Salah satu produk PT Katama yang juga dapat diimplementasi untuk membuka desa nelayan dan petani adalah matras, melalui proses kimia tanah dapat diperkeras agar dapat dilewati berbagai kendaraan.

"Matras ini biayanya lebih murah tanpa menggunakan aspal atau beton. Perkerasan dengan memanfaatkan tanah yang ada dengan mencampurkan dengan additive membuat tanah menjadi keras. Pemanfaatannya biasanya untuk lahan perkebunan dan pertambangan," jelas Dadang.

Sumber : Newswire

Tag : petani, nelayan, koperasi dan ukm
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top