Jelang Akhir Tahun, Sriwijaya Air Tebar Tiket Murah ke Berbagai Destinasi

Dalam rangka menutup 2017, Sriwijaya Air menawarkan menawarkan tiket penerbangan murah ke berbagai destinasi di Tanah Air, yang dapat diperoleh melalui Sriwijaya Travel Fair 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang digelar pada 22 Desember 2017-1 Januari 2018.
Denis Riantiza Meilanova | 25 Desember 2017 18:52 WIB
Sriwijaya Air. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka menutup 2017, Sriwijaya Air menawarkan menawarkan tiket penerbangan murah ke berbagai destinasi di Tanah Air, yang dapat diperoleh melalui Sriwijaya Travel Fair 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dibuka sejak 22 Desember 2017, Sriwijaya Travel Fair akan berlangsung hingga 1 Januari 2018. Sebanyak 125.000 tiket murah disiapkan dalam travel fair yang menjadi bagian dari acara Year End Festival and Final Clearance Exhibition yang digelar oleh BigBang Jakarta 2017.

"Ini adalah bagian dari Sriwijaya Air Group, Swirijaya Air dan Nam Air untuk menutup 2017," terang Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono, sebagaimana dikutip dari rilis Kementerian Pariwisata, Senin (25/12/2017).

Tiket untuk rute-rute populer, seperti Jakarta-Denpasar dibanderol mulai dari Rp200.000. Kemudian, Jakarta-Labuan Bajo dijual dengan hanya Rp300.000.

Sementara itu, untuk rute populer lainnya, seperti Jakarta-Surabaya, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Bangka dan Jakarta-Belitung, tiket dijual dengan harga Rp100.000. “Semoga pameran ini menjadi daya tarik untuk masyarakat, dan pelanggan khususnya yang sedang berada di Jakarta, dan sedang ingin menikmati hari libur tahun baru 2018," tambahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi keikutsertaan Sriwijaya Group dalam memeriahkan liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, yakni dengan menyediakan penawaran tiket penerbangan murah ke berbagai destinasi tanah air, terutama Bali. "Bali juga sedang banyak promo liburan. Pilihannya banyak. Ditambah dengan penerbangan, lengkap sudah. Apalagi yang perlu ditunggu, ayo liburan," ujarnya.

Arief menyatakan masyarakat tidak perlu risau dengan kondisi Gunung Agung karena saat ini kondisi Awas hanya berlaku pada area 10 kilometer dari puncak. Artinya, destinasi-destinasi populer lainnya di Bali aman. Hal tersebut telah dibuktikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Bali beberapa hari lalu.

Menpar menegaskan pihaknya akan semaksimal mungkin mempromosikan Bali, yang merupakan pintu masuk terbesar wisatawan mancanegara. "Bali itu normal, tanpa banyak bicara, kehadiran Presiden di Bali sudah bicara banyak,” ungkap Arief.

Tag : pariwisata
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top