Musim Paceklik, Panen Padi di Malang Surplus

Pada musim paceklik 2017, produksi padi di Kabupaten Malang melimpah. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikuktura dan Perkebunan Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid mengatakan luas tanam padi pada September kemarin seluas 4.086 ha dengan produktivitas 7,03 ton per ha. Produksi pada Desember 28.752 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 18.039 ton beras.
Azizah Nur Alfi | 25 Desember 2017 06:33 WIB
Presiden Jokowi dan Mentan Amran Sulaiman di panen raya bersama di Desa Trayu, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (29/10). - Sekneg

Bisnis.com, JAKARTA - Pada musim paceklik 2017, produksi padi di Kabupaten Malang melimpah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikuktura dan Perkebunan Kabupaten Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid mengatakan luas tanam padi pada September mencapai 4.086 ha dengan produktivitas 7,03 ton per ha. Selanjutnya, produksi pada Desember 28.752 ton Gabah Kering Giling (GKG) setara 18.039 ton beras.

"Kebutuhan beras sekitar 234.600 ton per tahun. Sementara, produksi 2017 sebesar 310.200 ton beras. Artinya kebutuhan beras tahun ini tercukupi, bahkan surplus beras sekitar 75.500 ton,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Senin (25/12).

Nasri menjelaskan untuk antisipasi dini dampak paceklik, telah disalurkan bantuan ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih unggul, optimasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

“Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra padi di Jawa Timur. Kami telah menugaskan petugas lapang rutin terjun ke lapangan guna memantau pertanaman. Jadi kegiatan produksi petani benar benar dikawal dengan baik,” imbuhnya.

Kelompok tani Suka Makmur Dusun Sanan Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Nana Erfi Prang Basuki Raharjo mengatakan produksi padi Varitas Cibogo musim ini memproduksi 8 ton per ha dan harga gabah di sawah Rp5.000 per kg, diatas harga rata2 Rp.4.300. Hal ini karena daerah Singosari kualitas gabah lebih bagus dari derah lainnya.

"Saat ini sedang panen padi jenis varietas cibogo, IR-64 dan Lugowo dengan produktivitas 8-9 ton per ha. Harga gabah di sawah berkisar Rp5.000 - Rp5.200 per kg," katanya.

Tag : produksi beras
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top