Garuda Pacu Pasar Kawasan Timur Tahun Depan

Bisnis Transportasi Penerbangan terus mengalami peningkatan, hal ini karena mobilitas masyarakat Indonesia yang cukup tinggi.
Alif Nazzala Rizqi | 27 Desember 2017 19:06 WIB
Pesawat Garuda Indonesia disambut siraman air menggunakan water cannon saat tiba di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (8/9). Maskapai penerbangan Garuda Indonesia resmi membuka rute baru dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Blimbingsari Banyuwangi. - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, SEMARANG - Bisnis Transportasi Penerbangan terus mengalami peningkatan, hal ini karena mobilitas masyarakat Indonesia yang cukup tinggi.

Saat ini masyarakat, sering menggunakan moda transportasi udara sebagai kendaraan untuk berpergian baik didalam maupun luar negeri.

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Semarang Bobby Ahmad Roesyandi menuturkan, kini 3 perusahaan besar sedang menggusai bisnis dunia penerbangan yakni Lion Air Grup, Sriwijaya Air Grup serta Garuda Indonesia Grup. Ketiga perusahaan tersebut mendominasi lalu lintas udara yang ada di Indonesia.

"Perkembangan Yang ada menunjukkan peningkatan orang yang memakai moda transportasi udara mencapai lebih dari 20%, sementara untuk Garuda Indonesia pertumbuhan masih sangat bagus melebihi 10%," ungkapnya Rabu (27/10/2017).

Dunia penerbangan tahun ini mengalami pertumbuhan signifikan, khususnya untuk Garuda Indonesia sebab Maskapai ini adalah favorit dari para pengguna transportasi udara, karena kualitas pelayanan yang baik dan mengutamakan keselamatan.

Tahun 2018 prediksi akan semakin bergeliat khususnya dunia ekonomi, tinggal perusahaan harus pandai memanfaatkan momentum kali ini untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin.

"2018 banyak sekali event yang akan diselenggarakan seperti Asian Games nanti akan banyak para turis terutama dari luar negeri yang singgah, terutama di Jakarta dan Palembang. Hal ini yang coba dimanfaatkan, bagi turis yang berkunjung sekaligus berwisata siapa tau bisa ke Jawa Tengah," bebernya

Tahun depan PT Garuda Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 15%, dibandingkan dengan tahun 2017 serta melihat situasi yang akan dihadapi nanti.

Sementara itu, Garuda Branch Office Semarang mempunyai beberapa jalur penerbangan diantaranya 2 kali Jakarta, 2 kali ke Surabaya, 3 kali Pangkalan Bun, untuk penerbangan domestik.

"Kami dari Garuda Indonesia sedang mengkaji, beberapa kota potensial yang akan dijadikan sasaran untuk pembukaan rute baru tahun depan dan masih dirahasiakan oleh manajemen," tegasnya.

Kawasan Timur Indonesia (KTI) menjadi target utama manajemen Garuda Indonesia mengingat, disana saat ini pemerintah sedang melakukan banyak pembangunan sehingga merupakan market potensial untuk membuka rute baru.

Selain pembangunan infrastruktur yang terus dikebut oleh pemerintahan Jokowi JK, potensi pariwisata yang sangat besar juga menjadi daya tarik tersendiri untuk kawasan timur.

"Beberapa tempat seperti Raja Ampat, Labuhan Bajo, Bunaken, memiliki eksotisme tersendiri sehingga menarik banyak wisatawan baik domestik maupun luar negeri untuk berkunjung [KTI]," ucapnya.

Memasuki akhir tahun peningkatan masyarakat menggunakan transportasi udara memang sangat meningkat, terutama di H-5 libur Natal dan Tahun Baru. Namun saat hari raya Natal sangat sedikit, orang yang bepergian menggunakan transportasi udara.

"Kami berharap, akhir tahun ini masyarakat lebih banyak yang menggunakan transportasi udara dengan melakukan prediksi jalur mana yang banyak dipadati penumpang. Bobby menambahkan, Denpasar saat ini menjadi tujuan utama para pelancong yang menghabiskan libur akhir tahun," pungkasnya.

Tag : garuda indonesia
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top