47 Perusahaan Indonesia Beroperasi di Nigeria

Nigeria, lengkapnya Republik Federal Nigeria, negara yang terletak di Afrika Barat. Berbatasan dengan Benin di sebelah barat, Chad, dan Kamerun di sebelah timur, Niger di sebelah utara dan Teluk Guinea di sebelah selatan.
Martin Sihombing | 31 Desember 2017 23:03 WIB
Kota Lagos, Nigeria - Mail & Guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Nigeria, lengkapnya Republik Federal Nigeria, negara yang terletak di Afrika Barat. Berbatasan dengan Benin di sebelah barat, Chad, dan Kamerun di sebelah timur, Niger di sebelah utara dan Teluk Guinea di sebelah selatan.

Negeri, yang memiliki 37 negara bagian dan mata uangnya bernama Naira, salah satu negara yang bakal disasar para pengusaha Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, di negara yang memiliki kota penting seperti Abuja, bekas ibu kota Lagos, Abeokuta, Ibdan, Port Harcourt dan Jos, sudah dibidik 100 pengusaha asal Indonesia, negeri yang jaraknya ribuan kilometer dari Nigeria.

PDB (nominal)

Perkiraan 2015

1

Total

US$515.431 miliar

 2 

Per kapita

US$3.006

Kalau menurut informasi terakhir, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja telah memfasilitasi lebih dari 100 perusahaan Indonesia yang melakukan ekspansi ke Nigeria sepanjang 2017.

"Dari jumlah tersebut, KBRI Abuja mencatat setidaknya 14 perusahaan Indonesia memiliki follow-up ataupun kelanjutan berbisnis di Nigeria," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Abuja Harry Purwanto dalam keterangan resmi yang diterima Minggu (31/12/2017).

Dengan bertambahnya jumlah perusahaan Indonesia yang berekspansi di Nigeria, hingga saat ini tercatat sekitar 47 perusahaan Indonesia yang beroperasi di Nigeria.

Setelah sempat mengalami resesi ekonomi di sepanjang 2016, pertumbuhan ekonomi di Nigeria kembali positif yakni 1,7 persen pada kuartal ketiga 2017.

Kondisi ekonomi tersebut menarik para pengusaha Indonesia untuk mengekspansi bisnisnya ke negara penghasil minyak tersebut.

Perusahaan yang memproduksi barang konsumsi seperti makanan, minuman, dan farmasi masih mendominasi eksistensi perusahaan Indonesia di Nigeria.

Namun, sektor industri strategis seperti pertambangan yang diwakili PT Timah dan manufaktur kereta api yang diwakili PT. INKA juga memulai ekspansi bisnisnya di Nigeria.

"Mari kita sama-sama mendukung agar ke depan terdapat kemajuan yang positif terhadap upaya Badan Usaha Milik Negara kita berekspansi ke Nigeria," ujarnya.

Selain itu, ada juga bidang bisnis baru seperti perusahaan penghasil cat mobil, PT. Belkote Paint, dan perusahaan yang bergerak di bidang konsultan jasa manajemen pertanian, PT. Kareem Internasional.

Menurut data Kementerian Perdagangan, hingga Oktober 2017 nilai ekspor non-minyak dan gas bumi Indonesia ke Nigeria tercatat naik 134 juta dolar AS atau sekitar 20,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016.

Kenaikan itu didorong oleh upaya ekspansi yang cukup aktif dari pebisnis Indonesia dan didukung oleh situasi politik yang relatif stabil dan aman di sebagian besar wilayah Nigeria serta meningkatnya produksi minyak Nigeria pada tingkat 2,2 juta barel per hari pada 2017.

Tag : ekspansi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top