Kepala BSSN Harus Segera Rangkul Swasta

Dalam hal pengawasan dan pengamanan siber, pelaku usaha telah memiliki infrastrukturnya masing-masing
Duwi Setiya Ariyanti | 03 Januari 2018 16:48 WIB
Ilustrasi - indiatoday

Bisnis.com, JAKARTA — Koordinasi dengan pelaku usaha menjadi pekerjaan rumah bagi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) baru bentukan Presiden Joko Widodo. 

Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengatakan terlalu dini untuk mengkritik BSSN model baru ini. Kendati demikian, terkait pengawasan dan pengamanan dunia siber, pemerintah perlu melibatkan pelaku usaha.

Pasalnya, menurutnya, dunia siber bukan hanya menjadi masalah penting bagi pemerintah. Melainkan, badan usaha yang ada di industri sebelum lembaga yang berada langsung di bawah koordinasi presiden itu terbentuk.

Oleh karena itu, dia menyebut penting bagi BSSN untuk merangkul kalangan industri dan melibatkan para pemangku kepentingan. Dengan organisasi tersebut, BSSN bisa menjalankan fungsinya sesuai dengan Peraturan Presiden No.53/2017. 

“Bagaimana mengkoordinasikan dengan industri,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (3/1/2018).

Dia menuturkan, dalam hal pengawasan dan pengamanan siber, pelaku usaha telah memiliki infrastrukturnya masing-masing. BSSN, katanya, perlu menyelesaikan pertanyaan tentang perlindungan aset-aset milik swasta yang telah dan akan dibangun.

Adapun, dalam beleid tersebut dikatakan BSSN mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

“Yang jadi masalah untuk dunia usaha bagaimana strategi badan ini merangkul swasta,” katanya.

Tag : serangan siber
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top