Kemenkop UKM: Kontribusi Koperasi Terhadap PDB Nasional 4,48%

Kementerian Koperasi dan UKM mengungkapkan perkiraan kontribusi koperasi sebagai lembaga terhadap Produk Domestik Bruto Nasional Triwulan III/2017 mencapai 4,48%.
Agne Yasa | 05 Januari 2018 15:50 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM mengungkapkan perkiraan kontribusi koperasi sebagai lembaga terhadap Produk Domestik Bruto Nasional Triwulan III/2017 mencapai 4,48%.

Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga mengatakan kontribusi koperasi ini mengalami peningkatan.

“PDB Koperasi sudah pecah telor, dulu 2014 hanya 1,71%,” ujarnya dalam acara Konferensi Pers Capaian Kinerja 2017 dan Rencana Kerja 2018, Jumat (5/1).

Data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) mencatat, jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik tentang total PDB Nasional Triwulan III/2017 atau hingga September 2017, yang sebesar Rp10.096 triliun maka kontribusi koperasi sebagai lembaga sekitar Rp451 triliun.

Adapun kontribusi koperasi sebagai lembaga mengalami perkembangan setiap tahunnya, data Kemenkop UKM pada 2014 tercatat 1,71%, pada 2015 4,41%, pada 2016 turun menjadi 3,99%. Kemenkop UKM memprediksi untuk kontribusi sepanjang tahun 2017 akan mencapai sekitar 4,6%.

Kontribusi koperasi sebagai lembaga ini berasal dari beberapa komponen, yaitu modal koperasi, modal luar, aset, omzet untuk koperasi simpan pinjam, volume untuk koperasi sektor riil, dan sisa hasil usaha.

Perkiraan kontribusi anggota koperasi terhadap PDB Nasional yaitu Rp3.114 triliun atau 30,84% dari total PDB Nasional. Total perkiraan kontribusi lembaga dan anggota koperasi sebesar 35,32%,

Data koperasi tercatat melalui Online Data System (ODS) di Kementerian Koperasi dan UKM. Berdasarkan data per Desember 2017, jumlah Koperasi sebanyak 153.171 unit. Dari jumlah tersebut, anggota koperasi aktif tercatat mencapai 26,53 juta orang.

Meskipun dibandingkan beberapa negara lain, kontribusi ini dinilai masih kecil. Pihaknya mengatakan pemerintah terus berupaya mendorongnya.

“Kami akan koordinasi dengan gerakan koperasi, tidak bisa Kemenkop UKM saja,” ujarnya.

Puspayoga mengatakan capaian ini merupakan indikator yang baik meskipun fokus utama pemerintah adalah koperasi dapat memberikan kesejahteraan pada anggotanya.

Sementara itu, data Kemenkop UKM pada 2016 mencatat kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional mencapai sekitar Rp7.005 triliun atau sekitar 62,57% dari total PDB.

Jika dihitung menurut skala usaha, komposisi UMKM pembentuk kontribusi PDB UMKM adalah 38,90% dari usaha mikro, 9,73% dari usaha kecil, dan 13,95% dari usaha menengah.

Kontribusi anggota koperasi terhadap PDB Nasional berdasarkan skala usaha, untuk anggota koperasi skala usaha mikro yaitu 43,87%. Kemudian, anggota koperasi skala usaha kecil 0,53% dan anggota koperasi skala usaha menengah 0,05%.

Dia mengatakan Kemenkop UKM memiliki dua kebijakan utama yang dilakukan. Pertama, reformasi koperasi yang bertujuan utnuk menjadikan koperasi sebagai lembaga yang sehat, kuat, tangguh, dan mandiri agar berkualitas serta mampu memberikan kesejahteraan bagi anggotanya. Kedua, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami lakukan rehabilitasi koperasi, sudah membuat database sehingga ada 75.000 kurang lebih koperasi sehat dan 75.000 koperasi yang akan dibina menjadi sehat,” katanya.

Adapun terdapat sekitar 40.000 koperasi yang dibubarkan karena tdiak aktif. Puspayoga mengatakan hal ini dilakukan untuk dapat membangun koeprasi ke depan.

Kemenkop UKM mencatat jumlah pelaku UMKM saat ini sebanyak 59,69 juta unit. Terkait pengembangan UMKM untuk naik kelas, telah dikembangkan program kewirausahaan nasional, diantaranya pemasyarakatan kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan, magang kewirausahaan, bantuan wirausaha pemula, dan pendampingan kewirausahaan.

Tag : kemenkop
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top