Indosat Selesaikan Refarming 7 Wilayah

PT Indosat Tbk telah menyelesaikan penataan frekuensi 2.100 MHz pada sejumlah kota yang diprediksi rampung secara nasional pada 1 Maret 2018 sesuai Keputusan Dirjen Kominfo.
Sholahuddin Al Ayyubi | 10 Januari 2018 13:22 WIB
Indosat Ooredoo - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk telah menyelesaikan penataan frekuensi 2.100 MHz ‎pada sejumlah kota yang diprediksi rampung secara nasional pada 1 Maret 2018 sesuai dengan Keputusan Dirjen Kominfo.

Kepala Tim Ad Hoc Refarming Indosat Ooredoo, Yusuf Setiawan, mengemukakan sampai saat ini sudah sekitar tujuh wilayah yang diselesaikan penataan frekuensinya yaitu Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Dia optimistis Indosat dapat menyelesaikan penataan frekuensi secara nasional pada 1 Maret 2018. "Jadi yang sudah selesai itu ada beberapa wilayah dan lainnya sedang dalam proses," tuturnya kepada Bisnis pada Rabu (10/1/2018).

Yusuf menjelaskan Indosat sudah mulai melakukan proses refarming tersebut sejak 21 November 2017 dan sampai saat ini masih berjalan. Menurutnya, baru operator Indosat yang telah melakukan refarming spektrum 2.100 MHz, sedangkan operator lain masih belum.

"Secara implementasi Indosat justru sudah dua kali melakukan percepatan dari jadwal awal yang ada di Kepdirjen itu. Operator lain malah belum mulai refarming," ungkapnya.

Division Head Network Architecture Indosat Ooredoo‎ tersebut berharap penyelesaian refarming untuk blok Indosat dapat rampung lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, Indosat akan terus memaksimalkan proses refarming tersebut.

"Pada prinsipnya kami akan usahakan agar refarming ini bisa lebih cepat selesainya," ujar Yusuf.

‎Seperti diketahui, pelaku telekomunikasi telah bersepakat untuk mulai melakukan penataan frekuensi 2.100 MHz dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Desember 2017 dan rampung di seluruh Indonesia pada Maret 2018.

Penataan spektrum tersebut akan dilakukan operator seluler berdasarkan klaster-klaster Jawa dan luar Jawa secara pararel. Skema tersebut berbeda dengan penataan frekuensi 1.800 MHz pada 2015 yang dimulai dari luar Pulau Jawa dan berakhir di Pulau Jawa.

Tag : indosat
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top