CastingAsia Perkuat Bisnis Pemasaran Digital Influencer

Casting Asia, perusahaan teknologi pemasaran berbasis kecerdasan buatan, meluncurkan Casting Asia Market Place yang merupakan platform penghubung brand dengan mikro influencer untuk memasarkan produk secara media digital.
Dinda Wulandari | 12 Januari 2018 18:23 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANGKOK - Casting Asia, perusahaan teknologi pemasaran berbasis kecerdasan buatan, meluncurkan Casting Asia Market Place yang merupakan platform penghubung brand dengan mikro influencer untuk memasarkan produk secara media digital.

Regional Head of Influencer Marketing Casting Asia, Shingo Hayashi, mengatakan saat ini pihaknya memiliki lebih dari 10.000 influencer yang bisa dimanfaatkan perusahaan atau pengiklan untuk memasarkan produk mereka.

"Dari jumlah influencer tersebut, 10% berasal dari Indonesia. Kami melihat Indonesia merupakan pasar yang besar untuk aktivitas periklanan digital," katanya di sela acara Media Junket AdAsia Holdings di Bangkok, Kamis (11/1/2018).

CastingAsia yang merupakan bagian AnyMind Group menargetkan dapat menggaet sebanyak 10.000 influencer dari total 50.000 influencer yang dipatok pada tahun ini.

Menurut Shingo, platform CastingAsia Market Place dapat menjadi wadah yang lebih efektif untuk perusahaan memasarkan produknya melalui influencer, baik secara kriteria maupun tarif.

Dia menjelaskan nantinya perusahaan membayar berdasarkan likes atau views yang didapat influencer bukan berdasarkan unggahan. "Dengan demikian perusahaan bisa mengatur budget, influencer pun akan berupaya membuat unggahan mereka menarik sehingga mendapat banyak likes di platform yang mereka gunakan," jelasnya.

Shingo mengatakan di Indonesia, pasar iklan digital saat ini lebih banyak melalui Instagram dibanding platform sosial media lainnya. Dia mengemukakan salah satu perusahaan terbesar yang pernah bekerja sama dengan pihaknya adalah Traveloka.

"Salah satu klien besar kami adalah Traveloka dan kebanyakan melalui Instagram, kami bekerjasama dengan influencer melalui platform CastingAsia Engagement sebelum kami membangun CastingAsia Market Place," katanya.

Pihaknya sendiri menargetkan dapat menggaet lebih dari 100 perusahaan di Indonesia yang akan menggunakan platform CastingAsia sebagai strategi bisnis pemasaran mereka.

Sementara itu Kosuke Sogo, Chief Executive Offixer dan CoFounder AnyMind Group, menambahkan pihaknya membuat diferensiasi platform baru di CastingAsi supaya menyediakan marketer dan influencer dengan sumber daya yang lebih khusus.

Dia memerinci CastingAsia memiliki dua jenis platform selain CastingAsia MarketPlace, yakni CastingAsia Platform sebuah panel kontrol influencdr marketing berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)yang memanfaatkan visi komputer, pemrosesan bahasa alami dan pembelajaran yang mendalam untuk mendorong pencocokan cerdas, pengendalian hubungan influencer, pelaporan dan deteksi kecurangan.

Selanjutnya CastingAsia Management, yakni platform solusi layanan terkelola yang memberikan informasi kepada marketer mengenai pemasaran lokal dan regional serta eksekusi pemasaran. "Melalui tiga produk itu kami memastikan bahwa brand dan influencer memiliki lingkungan yang cerdas dan aman untuk aktivitas pemasaran mereka," ujarnya.

CastingAsia saat ini melayani sembilan negara di Asia, yakni Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, Kamboja, Jepang, China, Taiwan dan Hong Kong. "Kami juga berencana ekspansi ke Malaysia dan Fililina pada kuartal pertama tahun ini, juga dilanjutkan ke India, Rusia dan United Arab Emirates," katanya.

Diketahui, AnyMind Group yang berkantor pusat di Singapura memiliki pendapatan senilai US$12,9 juta sepanjang tahun 2016 dan meningkat sebesar 30% per kuartal pada tahun lalu.

Saat ini AnyMind Group memiliki tiga bisnis utama, selain CastingAsia, perusahaan juga menjalankan AdAsia Holdings yang bergerak di industri pemasaran dan periklanan dan TalentMind yang merupakan perusahaan teknologi sumber daya manusia yang memanfaatkan AI.

"TalentMind dibuat untuk mempermudah para perekrut dan profesional SDM dalam proses pemrekrutan karena platform kami dilengkapi dengan pembelajaran mesin untuk menemukan kandidat yang tepat," ujarnya.

Tag : StartUp
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top