PENJUALAN LANGSUNG 2018. APLI: Bisnis MLM Cerah

Asosiasi Penjualan Langsung (APLI) meyakini prospek bisnis direct selling (multi level maketing) pada tahun ini cerah.
Linda Teti Silitonga | 12 Januari 2018 14:41 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Asosiasi Penjualan Langsung (APLI) meyakini prospek bisnis direct selling (multi level maketing) pada tahun ini cerah.

Djoko Hartanto Komara, Ketua Umum APLI mengemukakan pasar MLM di dalam negeri terus berkembang.

“Penjualan langsung memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan di Indonesia,”kata Djoko seperti dikutip dari rilis APLI yang diterima Bisnis pada hari ini, Jumat (12/1/2018).

Dia mengemukakan pasar Indonesia ditopang dengan sumber daya manusia yang bersar pula.

“Yang menarik banyak perusahaan penjualan langsung baik lokal maupun asing memperluas pasarnya di Indonesia,”kata Djoko.

Hal tersebut, ujarnya, diyakini akan memberikan pendapatan tambahan bagi para direct seller. Ekspansi MLM juga menandakan akan banyak tenaga kerja yang terserap.

Dia mengemukakan Bappenas merilis data pada 20130-2040, jumlah penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun-64 tahun lebih besar ddibandingkan usia yang tidak produkstif atau di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Untuk itu, tambahnya, industri penjualan langsung dapat memanfaatkan momentum kenaikan penduduk tersebut untuk memperluas pasar.

Sementara itu, World Federation of Direct Selling (WFDSA) mengemukakan pasar Asia Pasifik menjadi penyumbang terbesar total omzet bisnis penjualan langsung (multi level marketing/MLM) di dunia.

WFDSA mencatat kawasan Asia Pasifik menyumbang 46% dari total omzet MLM, disusul Amerka sebesar 33%, Eropa 20%, dan Timur Tengah serta Afrika 1%.

Dikutip dari rilis Asosiasi Penuualan Langsung (APLI) yang diterima Bisnis hari ini, Jumat (12/1/2018), nilai transaksi MLM global pada 2016 mencapai US$182,6 miliar atau meningkat 1,9% dibandingkan perolehan 2015.

Sementara itu jumlah representetif independen dunia mencapai 107 juta atau mengalami peningkatan 3,1% dibandingkan 2015.

“Penjualan langsung membantu menggerakkan roda perekonomian negara dan memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan mikro entrepreneur,”kata Magnus Brannstrom, Ketua Umum WFDSA.

Dikemukakannya, saat ini dunia mengalami transformasi digital dan saya percaya penjualan langsung akan menjadi lebih relevan dari sebelumnya untuk mengembangkan kewirausahaan melalui penawaran produk dan layanan berkualitas.

Tag : mlm
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top