World Economic Forum: Ini Pentingnya Digitalisasi Dalam Keberlangsungan Bisnis

Memanfaatkan potensi teknologi digital sangat penting untuk meningkatkan nilai suatu usaha dalam ekonomi global saat ini.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Januari 2018 18:29 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Memanfaatkan potensi teknologi digital sangat penting untuk meningkatkan nilai suatu usaha dalam ekonomi global saat ini.

Bagi banyak perusahaan, digitalisasi juga berperan penting sebagai kelangsungan bisnis mereka. Tidaklah mengherankan bahwa "ekonomi digital" sangat menonjol pada agenda World Economic Forum Annual Meeting yang berlangsung pada 23-26 Januari 2018 di Davos, Swiss.

Dalam paparannya pada World Economic Forum  Annual Meeting, Chief Executive Officer Alix Partners, Simion Freakley mengatakan ada tiga faktor yang mendorong pergeseran digital.

Ketiga faktor tersebut antara lain tersedianya informasi dan kemampuan untuk mensintesis data, ekspektasi pelanggan, serta kecepatan pertumbuhan perusahaan digital yang menggeser porsi perusahaan konvensional.

Massachusetts Institute of Technology Center for Information Systems Research (MIT CISR) melakukan penelitian dengan AlixPartners pada lebih dari lebih dari 400 usaha untuk menilai kesiapan masa depan digital bisnis mereka.

AlixPartners menemukan bahwa 23% dari perusahaan-perusahaan siap untuk masa depan dengan mengubah antarmuka pelanggan dan operasi bisnis mereka secara digital. Margin mereka 16% lebih tinggi dari rata-rata industri.

Dalam mengenalisa cara kerja sejumlah perusahaan Simion mengetahui cara kerja dalam kerap terkejut untuk mengetahui siapa yang memimpin transformasi digital dalam usaha.

“Meskipun transformasi digital dianggap paling penting bagi perusahaan B2C (business to consumer), mereka perlu banyak belajar dari perusahaan berorientasi B2B (business to business),” ungkap Simion.

Dalam studi CISR MIT, AlixPartners menemukan bahwa perusahaan B2B, seperti perusahaan manufaktur dan industri berat, cenderung berinvestasi lebih banyak dalam transformasi digital. Akibatnya, mereka lebih siap daripada perusahaan ritel atau jasa keuangan.

Selain itu, yang sering diabaikan dalam transformasi digital adalah kebutuhan pengembangan di luar pengembangan antarmuka pelanggan yang atraktif dan intuitif. Perombakan arsitektur dan platform data yang mendukung operasi bisnis juga perlu dilakukan.

Sebenarnya, digitalisasi sebuah "back-end" dari bisnis seringkali lebih berdampak secara fisik daripada meningkatkan "front-end" yang dihyadapi konsumen. Perusahaan yang telah mentransformasikan secara digital front-end mereka mencatat marjin bersih yang jauh lebih rendah daripada mereka yang telah mentransformasikan back-end bisnis mereka. 

Tag : digitalisasi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top