Rencana Induk 4 Destinasi Wisata Terbit Maret 2018

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat masih menunggu masterplan pembangunan kawasan strategis pariwisata nasional di empat prioritas destinasi wisata yang direncanakan terbit pada Maret atau berbarengan dengan pencairan dana dari World Bank sebesar US$300 juta.
Irene Agustine | 29 Januari 2018 11:25 WIB
Pemandangan di Pulau Padar, salah satu objek wisata unggulan di Labuan Bajo, selain Taman Nasional Komodo - M. Taufikul Basari

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat masih menunggu masterplan pembangunan kawasan strategis pariwisata nasional di empat prioritas destinasi wisata yang direncanakan terbit pada Maret atau berbarengan dengan pencairan dana dari World Bank sebesar US$300 juta.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan bahwa masterplan tersebut nantinya akan menjelaskan secara terperinci tugas pokok tiap-tiap kementerian untuk mengembangkan empat destinasi wisata prioritas, yakni Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

“Kami masih menunggu masterplannya, Maret ini selesai. Uang dari Bank Dunia juga akan cair Maret ini,” katanya kepada Bisnis, Jumat (226/1/2018).

Basoeki menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan Kementerian PUPR untuk pengembangan KSPN berupa jalan akses menuju lokasi wisata, jalan di lokasi wisata, ketersediaan air bersih, sanitasi, drainase sampai persampahan.

“Kalau untuk PU pembangunannya tentu untuk mendukung akses jalan, air minum, ruang publik, dan lainnya,” jelasnya.

Kendati demikian, Basoeki tidak memerinci jumlah anggaran dari kementeriannya yang dipakai untuk membangun sejumlah program tersebut.

Kementerian PUPR dan Bank Dunia sejak 2015 telah merintis kerja sama pengembangan Indonesia Tourism Development Program (ITDP). Melalui kerja sama ini, dilakukan percepatan pada empat destinasi prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.

Bank Dunia memberi pinjaman senilai US$300 juta yang digunakan untuk penyusunan penyusunan rencana induk pariwisata (integrated tourism masterplan) senilai US$6 juta dan pembangunan fisik dan pengembangan sumber daya manusia senilai US$294 juta.

Tag : pariwisata, borobudur, labuan bajo
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top