Tekan Inefisiensi Logistik, Pemerintah Harus Buat Indikator Biaya Pasok

Untuk mengatasi biaya logistik yang tidak efisien, pemerintah diminta membuat indikator parsial biaya pasok. Ini dilakukan agar bisa menggenjot kinerja ekspor nasional.
Jaffry Prabu Prakoso | 31 Januari 2018 23:01 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik. - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mengatasi biaya logistik yang tidak efisien, pemerintah diminta membuat indikator parsial biaya pasok. Ini dilakukan agar bisa menggenjot kinerja ekspor nasional.

Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menjelaskan dengan adanya indikator biaya pasok, permasalahan bisa ditekan. "Kalau tidak punya, bagaimana bisa mengontrol?" katanya kepada Bisnis pada Rabu (31/1/2018).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan transaksi perdagangan ekspor impor Indonesia tidak efektif karena harga pengiriman tinggi.

Dia menambahkan rasio biaya logistik terhadap produk domestik bruto Indonesia 24%. Ini jauh lebih besar dibandingkan negara lain yang di bawah 15%. "Dalam negeri logistik kita tidak terlalu efesien, bukan hanya itu, kita kalah efisien," jelas Darmin.

Ini bisa terjadi lantaran model perjanjian transaksi yang diterapkan eksportir dan importir Indonesia kurang strategis.

"Eksportir kita menerapkan free on board [FOB] dan importir kita menerapkan cost, insurance, and freight [CIF]," tambahnya.

Tag : logistik
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top