Sinarmas dan Triputra Investasi di Warung Pintar, Seeds Investment Terbesar di Indonesia?

Warung Pintar hari ini mengumumkan seeds investment senilai US$4 juta atau sekitar Rp55 miliar.
N. Nuriman Jayabuana | 12 Februari 2018 06:53 WIB
Ilustrasi kios Warung Pintar - Warung Pintar

Bisnis.com, JAKARTA — Suntikan dana US$4 juta ke Warung Pintar adalah salah satu seeds investment terbesar yang pernah diterima startup di Indonesia. Dua konglomerat terlibat dalam pendanaan tahap awal tersebut. 

Warung Pintar hari ini (12/2/2018) mengumumkan seeds investment senilai US$4 juta atau sekitar Rp55 miliar. 

CEO Warung Pintar Agung Bezharie menyatakan akan memanfaatkan suntikan dana itu untuk mulai memproduksi prototipe Warung Pintar secara masal. Saat ini tersedia delapan mitra Warung Pintar yang beroperasi di Jabodetabek.

“Melalui pendanaan ini, kami berencana membuka ratusan warung baru pada tahun ini,” ujarnya, Jumat (9/2).

Konsorsium yang menggelontorkan US$4 juta ke Warung Pintar terdiri dari Sinarmas Digital Ventures, Digital Garage Incubation, East Ventures, Insignia Ventures Partner, Triputra Group dan beberapa angel investor.

Sinar Mas Digital Venture adalah kendaraan investasi Grup Sinarmas di ekosisitem bisnis rintisan. Melalui perusahaan modal ventura itu, Sinarmas telah berinvestasi pada berbagai perusahaan rintisan seperti aCommerce, HappyFresh, GiftCard Indonesia, Cantik, dan Female Daily Network. 

Konglomerat lainnya, Triputra Group, belum banyak terlibat dalam dunia pendanaan startup. Perusahaan milik mantan bos PT Astra International Tbk. Theodore Permadi Rachmat ini sebelumnya mendanai platform jual beli kendaraan bermotor rajamobil.com.

Adapun, East Ventures adalah salah satu modal ventura yang paling aktif di bisnis teknologi Indonesia. Portofolio perusahaan ini antara lain adalah Tokopedia, Traveloka, Mercari, Kudo (diakuisisi Grab), Tech in Asia, Omise, IDNTimes, Ruangguru, Jurnal, Cermati, MokaPOS, ShopBack, EVHive, Pasar Polis, dan Loket (diakuisisi Gojek).

Managing Partner East Ventures sekaligus Chairman Warung Pintar, Willson Cuaca, menyatakan konsep warung itu semula hanya sebatas ide dalam diskusi internal perusahaaanya. Sampai akhirnya konsep itu betul-betul dieksekusi menjadi Warung Pintar pertama yang didirikan di Jalan Satrio, Jakarta.

Willson menyatakan suntikan dana yang diperoleh dapat mempercepat pengembangan produk dan memperluas jangkauan pasar Warung Pintar ke berbagai daerah.

Warung Pintar merupakan kios rakitan pabrik yang mengintegrasikan beragam teknologi dengan warung tradisional. Kios menyediakan teknologi yang dapat digunakan pemilik, seperti Internet of things untuk meningkatkan akurasi pemasukan data ritel, big data analytics untuk memahami perilaku belanja konsumen, dan blockchain untuk menjaga transparansi penjaga warung.

Setiap kios Warung Pintar dilengkapi dengan teknologi pembayaran kasir berbasis sistem MokaPOS. Di sampingi itu, pencatatan keuangan dan akuntansi menggunakan  perangkat lunak Jurnal.

Warung Pintar pun dapat melayani beragam transaksi online seperti pembelian tiket, pulsa, barang e-commerce, dan sebagainya melalui platform Kudo. Pengadaan dan distribusi barang ditopang platform Do-cart dan Waresix. Ekosistem itu menciptakan kemudahan bertransaksi di dalam warung.

Pengembangan konsep itu menyasar pengembangan ritel tradisional serta menciptakan dampak digitalisasi yang inklusif bagi kelompok kelas ekonomi menengah ke bawah.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top