Bekraf Latih Penyandang Disabilitas Jadi Programmer

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan PT Kolaborasi Ide Kreatif mendirikan program Coding Mum Disabilitas (CMD) guna memfasilitasi pendidikan dan pelatihan programmer sebagai alternatif profesi bagi para penyandang disabilitas
Deandra Syarizka | 14 Februari 2018 11:05 WIB
Ilustrasi. - .digitalmediadiet.com

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan PT Kolaborasi Ide Kreatif mendirikan program Coding Mum Disabilitas (CMD) guna memfasilitasi pendidikan dan pelatihan programmer sebagai alternatif profesi bagi para penyandang disabilitas.

Program CMD ini merupakan pengembangan dari program Coding Mum yang telah dilaksanakan pada periode 2016-2017 lalu dengan sasaran ibu rumah tangga dan buruh migran Indonesia di luar negeri.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari skenario besar untuk mencapai sasaran strategis Bekraf dalam menyerap tenaga kerja dari sektor industri ekonomi kreatif hingga 17 juta jiwa pada 2019.

“Coding Mum Disabilitas ini diharapkan dapat lebih memberdayakan saudara kita yang karena satu dan lain hak mempunyai kemampuan yang berbeda. Sekaligus juga menjawab tantangan kekurangan tenaga programmer di Indonesia, “ ujarnya, Rabu (14/2/2018).

Dia menilai, kekurangan tenaga programmer tersebut semakin terasa ketika ekonomi kreatif bertransformasi ke era digital.

Menurutnya, kebutuhan programmer untuk membangun 100 perusahaan rintisan (start up) berkualitas mencapai setidaknya 100 ribu programmer.

Kekurangan tenaga kerja programmer di tanah air ini membuat perusahaan ekonomi kreatif berbasis teknologi yang tumbuh di Indonesia harus mengimpor tenaga kerja dari India.

Pihaknya pun menilai para penyandang disabilitas cocok untuk dilatih sebagai programmer karena pekerjaan ini relatif tidak membutuhkan mobilitas fisik yang tinggi.

Adapun program CMD rencananya dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya pada 24 Februari hingga 3 Maret 2018. Nantinya, para peserta pelatihan akan diberikan pengetahuan dan keahlian dalam mendesain serta teknik produksi yang menggunakan HTML dan Javascript.

Melalui kegiatan ini, para oeserta diharapkan dapat menjadi web developer atau pengembang web yang bekerja untuk perusahaan atau mendirikan perusahaan sendiri. Selain itu, peserta juga dapat menjadi internet marketer.

Tag : Bekraf
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top