Tahun Baru Imlek: 60,3% Konsumen Memilih Belanja di Toko Online

Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan perhelatan akbar bagi etnis China.
Feni Freycinetia Fitriani | 14 Februari 2018 19:18 WIB
Warga melintas di bawah lampion yang menghiasi Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2018). Menyambut Tahun Baru Imlek 2018, kawasan Pasar Gede Solo mulai dihiasai dengan ribuan lampion yang dipasang hingga penutupan Cap Go Meh. - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan perhelatan akbar bagi etnis Tionghoa.

Beberapa tradisi pun tidak pernah luput dilakukan untuk merayakan Imlek, termasuk tradisi pemberian angpao serta membeli barang-barang dan pakaian baru.

ShopBack mencoba mencari tahu kebiasaan masyarakat Indonesia saat dan menjelang Imlek dengan melakukan survei kepada lebih dari 1.100 responden berusia 18-28 tahun di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Indra Yonathan, Co-Founder & Country Head of Shopback Indonesia mengatakan berdasarkan hasil survei tersebut hampir dua per tiga responden (60,3%) mengaku membeli perlengkapan Imlek di toko online.

"Belanja di toko online dianggap lebih efisien, murah, dan gampang tanpa harus keluar rumah, apalagi di tengah musim hujan saat ini," ujarnya dalam siaran pers Rabu (14/2/2018).

Dia menuturkan barang yang paling banyak dibeli di toko online meliputi baju, pernak-pernik imlek, makanan, peralatan rumah tangga, serta kosmetik.

Sementara itu, berbelanja online pun menjadi kegiatan yang dipilih responden untuk dilakukan selama liburan Imlek tahun ini, dengan persentase 26%. Kedua terbanyak setelah berkumpul bersama keluarga, dengan persentase 67,8%.

Menurutnya, beberapa tahun belakang, semakin banyak masyarakat melakukan transaksi di toko online. Jika dibandingkan antara rata-rata uang yang dibelanjakan masyarakat khususnya untuk imlek di toko online dan offline tidak terlalu menunjukkan perbedaan yang signifikan.

"Rata-rata keseluruhan responden menghabiskan hingga Rp 725.000 di toko online dan Rp 890.000 di toko offline untuk membeli kebutuhan Imlek," tambahnya.

Yonathan menambahkan 2 atau 3 tahun lalu, masyarakat masih enggan untuk menghabiskan banyak uang untuk berbelanja online. Hal itu disebabkan tingkat kepercayaan serta keamanan dalam bertransaksi online masih terbilang rendah pada saat itu.

"Kenaikan nilai rata-rata transaksi yang dibukukan saat ini menujukkan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja online semakin meningkat dibanding sebelumnya," ungkapnya.

ShopBack merupakan pelopor solusi belanja cermat dan hemat di Asia Pasifik yang menyediakan portal gaya hidup untuk mendukung keputusan pembelian konsumen secara lebih cermat dan hemat.

Saat ini, ShopBack mendominasi pasar ecommerce Cashback  yang ada di Asia Tenggara, tepatnya di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Taiwan di mana hingga kini terjadi 1.000 transaksi setiap jamnya.

Tag : imlek
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top