PHE Serahkan Lapangan Sukowati ke Pertamina EP

PT Pertamina Hulu Energi menyerahkan pengelolaan Lapangan Sukowati, Blok Tuban kepada PT Pertamina EP.
Surya Rianto | 14 Februari 2018 10:46 WIB
Blok Tuban. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi menyerahkan pengelolaan Lapangan Sukowati, Blok Tuban kepada PT Pertamina EP.

Presiden Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE) R. Gunung Sardjono Hadi mengatakan perseroan sudah menyiapkan strategi khusus untuk bisa mengelola Blok Tuban tanpa Lapangan Sukowati.

“Tidak apa-apa [tanpa Sukowati]. Kan ada Mudi, Sumber, lalu Lengowangi. Kami akan kembangkan struktur lain yang masih non aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/2/2018).

PHE sudah memberikan surat resmi kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait pengembalian dan pemindahan pengelolaan Lapangan Sukowati yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kepada Pertamina EP.

Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin menyebutkan Pertamina EP memang lebih pas menjadi pengelola sekaligus operator Lapangan Sukowati. Pasalnya, di lapangan unitisasi itu porsi Pertamina EP mencapai 80%, sedangkan Joint Operating Body (JOB) Pertamina PetroChina East Java (PPEJ), yang menjadi operator Blok Tuban sebelum terminasi pada 28 Februari 2018, memiliki porsi 20%.

“Pada porsi 20% dari JOB itu, kami memiliki 75% sedangkan Petrochina 25%. Setelah terminasi, kami akan punya 100% dari total porsi 20% tersebut,” sebutnya.

Afif mengatakan Pertamina EP sebagai pemilik porsi terbesar di Sukowati pantas menjadi operator di lapangan tersebut. Apalagi, lokasinya dekat dengan ladang minyak Pertamina EP yang berada di Cepu, Kabupaten Blora.

“Fasilitas produksi juga tak masalah. Di Tuban juga ada, di Sukowati ada,” tuturnya.

Gunung melanjutkan PHE akan mengintegrasikan Blok Tuban di luar Lapangan Sukowati dengan Blok Randugunting di sekitar Jepara atau Rembang, Jawa Tengah. Jika rencana tersebut bisa direalisasikan, maka pengelolaannya akan menjadi lebih efisien. Apalagi, Lapangan Randugunting sukses menemukan potensi gas yang bagus.

Ketua Komite Tetap Regulasi dan Hubungan Kelembagaan di Industri Migas Kadin Firlie Ganinduto menilai pemerintah seharusnya segera menunjuk Pertamina EP sebagai operator Lapangan Sukowati. Pasalnya, tidak diperlukan teknologi yang terlalu canggih. 

Penunjukan itu juga menunjukkan keberpihakan terhadap perusahaan domestik. Selain itu, dampak berantainya akan sangat besar karena melibatkan banyak orang di dalam negeri sebagai mitra. 

“Dalam pengelolaan Lapangan Sukowati, Pertamina EP bisa bekerja sama dengan mitra strategis lokal dengan memperlakukannya secara profesional. Bukan sebagai vendor, tapi sebagai investor,” ucapnya.

Sementara itu, Blok Tuban akan diterminasi pada 28 Februari 2018. Untuk itu, Kementerian ESDM telah menunjuk operator blok terminasi untuk melakukan kegiatan operasional hingga penandatangan kontrak baru dibahas.

Saat ini Blok Tuban dikelola JOB PPEJ dengan dengan kepemilikan hak partisipasi PHE dan PetroChina masing-masing sebesar 50%.

Adapun, produksi minyak di Lapangan Sukowati terus menurun hingga ke level 10.000 barel per hari. Padahal, produksinya sempat menyentuh 30.000 barel per hari.

Hal itu disebabkan tidak ada investasi signifikan untuk menjaga produksi minyak di lapangan tersebut. Anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo berpendapat, untuk blok-blok migas yang relatif mudah, seperti Tuban, Pertamina harus bisa mengelola sendirian, tanpa menjalin kerja sama dengan mitra.

“Tidak perlu kerja sama dengan pihak lain. Paling kerja sama dengan BUMD setempat guna memberi peluang dan pembinaan kepada potensi daerah. Apalagi, blok tersebut [Tuban] tidak butuh biaya besar dan teknologi canggih,” ungkapnya.

Menurut Harry, Pertamina berpengalaman dalam mengelola lapangan migas pasca terminasi sekaligus meningkatkan produksi migas di lapangan tersebut.

Tag : pertamina ep
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top