Aturan IMEI Diterapkan, Produsen Ponsel Optimis Tumbuh 10%

Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) mendorong anggotanya meningkatkan investasi seiring dengan rencana pemerintah untuk mengurangi peredaran ponsel illegal.
Anggara Pernando | 16 Februari 2018 15:28 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kedua kanan), serta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) memperlihatkan beberapa ponsel ilegal yang berhasil disita di Kantor Dirjen Bea Cukai, Jakarta. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) mendorong anggotanya meningkatkan investasi seiring dengan rencana pemerintah untuk mengurangi peredaran ponsel illegal. 

Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Hasan Aula mengatakan saat ini berdasarkan data Kementerian Perindustrian terdapat sekitar 60 juta pengguna smartphone. Jumlah ini akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan. 

"Kami setiap tahun selalu ada penambahan investasi seiring meningkatnya tren penjualan. Apalagi sekarang handphone illegal akan hilang [karena IMEI tidak terdaftar akan dipadamkan], maka brand akan berinvestasi lebih besar," kata Hasan di Jakarta, Kamis (15/2/2018). 

Anggota asosiasi diproyeksi bakal mendorong produksi hingga lebih dari 10%. Hingga akhir 2018 diperkirakan terdapat 66 juta hingga 70 juta smartphone di Indonesia. 

Hasan mengatakan saat ini peredaran ponsel illegal sangat marak, termasuk untuk merek Xiaomi dan Iphone. Pemerintah kembali menegaskan untuk segera memvalidasi basis data nomor identitas asli ponsel (international mobile equipment identity/IMEI) untuk mencegah peredaran ponsel ilegal di Indonesia. Sistem validasi yang yang disiapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan operator akan dijalankan pada April. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan ponsel dengan IMEI yang tidak terdaftar tidak dapat digunakan di Indonesia. Adapun handphone yang dibawa dari luar negeri baru dapat digunakan jika pengguna mendaftarkan terlebih dahulu. 

Airlangga mengatakan tidak dapat menolerir masuknya ponsel illegal ke Indonesia. Apalagi, seluruh perusahaan ponsel ternama telah berinvestasi di Indonesia, misalnya menjadikan negara ini sebagai basis produksi atau mendirikan fasilitas perakitan. 

Pertumbuhan industri telekomunikasi dan informatika terlihat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sampai akhir 2016, setidaknya terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemegang merek baik global maupun nasional yang berada di Indonesia. Total investasi dari sektor ini mencapai Rp7 triliun dan menyerap sebanyak 13.000 tenaga kerja.

Lembaga riset GfK mencatat penjualan smartphone di Indonesia menembus 33,07 juta unit sepanjang 2016, atau tumbuh 2,9% dibandingkan dengan 2015 sebanyak 32,14 juta unit. Laporan yang sama menyebutkan nilai penjualan smartphone di Indonesia sepanjang 2016 mencapai Rp69 triliun, atau naik 11,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

 

Tag : ponsel
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top