Perundingan IEU-CEPA Bahas Beberapa Elemen

Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah memasuki putaran keempat.
Agne Yasa | 19 Februari 2018 19:24 WIB
Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu petang (6/12). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Bisnis.com, JAKARTA--  Perundingan  Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah memasuki putaran keempat.
 
Di kawasan Asean, Uni Eropa juga telah melakukan beberapa perjanjian eprdagangan, baik yang sudah rampung maupun masih berlangsung. 
 
Levente Albert, Counsellor Economic and Trade Section, EU Delegation to Indonesia, mengatakan Asean merupakan mitra perdagangan Uni Eropa yang terbesar keempat.
 
Pada 2016, total perdagangan barang antara Uni Eropa dan Asean mencapai 208 miliar euro. 
 
"FTA dengan Asean adalah sangat logis," katanya, di Jakarta, Senin (19/2/2018).
 
Uni Eropa telah melakukan perjanjian perdagangan dengan beberapa negara di Asean. Beberapa negara yang telah rampung bernegosiasi yaitu Singapura dan Vietnam.
 
Negosiasi perjanjian perdagangan dengan EU dengan Malaysia telah memasuki tahap ketujuh pada April 2012 dan belum berlanjut. Kemudian dengan Thailand berada di tahap keempat pada April 2014.
 
Adapun dengan  Indonesia dan Filipina negosiasinya masih berjalan hingga saat ini.
 
"Indonesia progressnya cukup baik," katanya
 
Dia mengatakan pekan ini negosiasi IEU -CEPA memasuki putaran keempat dan berdasarkan target  negosiasi ini diharapkan rampung pada 2019.
 
"Kedua pihak mengerti untuk meraih target kedua pihak harus ada negosiasi yang intens. Saya sudah membuat list elemen yang bisa diterapkan ke CEPA," jelasnya.
 
Dia menambahkan perjanjian perdagangan ini perlu menciptakan kesempatan ekonomi, akses pasar, barang dan jasa.
 
"Cara negosiasi bekerja, pihak menawarkan, menegosiasikan hingga kedua belah pihak mendapatkan kesempatan untuk sepakat," katanya.
 
Adapun comprehensive coverage  dalam perundingan perdagangan ini yaitu trade in goods atau akses pasar, servis dan investasi, serta cross-cutting issues.
 
Untuk akses pasar, termasuk di dalamnya akses ppada barang, aturan asal, tugas ekspor, hambatan teknis untuk perdagangan, tindakan sanitasi dan fitosanitasi, fasilitasi bea cukai dan perdagangan.
 
Kemudian, untuk servis dan investasi, termasuk perdagangan jasa, e-commerce, pendirian, perlindungan investasi, sistem pengadilan investasi.
 
Albert mengatakan pihaknya menjunjung transparansi dalam perjanjian perdagangan yang dilakukan dengan mempublikasikan laporan dari putaran perundingan.
 
"Ini dibuat dalam format yang mudah dipahami," katanya
 
Dia mengatakan di Indonesia sendiri CEPA di kalangan asosiasi bisnis vukup dipahami dan bahkan terlibat dalam memberikan rekomendasi.
 
"CEPA itu baik dan membahas beberapa isu dalam konteks negosiasi ini. Paling tidak di tingkat asosiasi bisnis ada pengetahuan penting apa itu CEPA dan bagaimana itu berarti," katanya.
 
Dia menambahkan dalam negosiasiperjanjian perdagangan yang dilakukan juga memperhatikan terkait hak asasi manusia, berkelanjutan, standar dan perjanjian buruh secara mulitlateral, lingkungan secara multilateral.

 

Tag : perundingan ieu-cepa
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top