Forum Dialog Negara Penghasil Mineral Bakal Tingkatkan Peluang Kerja Sama

Diadakannya forum dialog negara-negara kaya mineral, khususnya komoditas bauksit melalui Bauxite Club, dinilai akan semakin membuka peluang usaha dan kerja sama di bidang infrastruktur pertambangan antarnegara anggota.
Lucky Leonard | 20 Februari 2018 17:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Diadakannya forum dialog negara-negara kaya mineral, khususnya komoditas bauksit melalui Bauxite Club, dinilai akan semakin membuka peluang usaha dan kerja sama di bidang infrastruktur pertambangan antarnegara anggota.

Ketua Kelompok Kerja Pembiayaan, Infrastruktur dan Logistik Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Sony B. Harsono mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut bisa membuka peluang pertukaran teknologi antarnegara anggota akan semakin terbuka.

"Khususnya menyangkut peluang usaha di sektor infrastruktur pertambangan," katanya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (20/2/2018).

Adapun Bauxite Club tersebut merupakan inisiatif dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan agar meningkatkan kerja sama pertambangan negara-negara di kawasan Asia-Afrika.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo menegaskan untuk meningkatkan kerja sama antar negara, Kemenko Kemaritiman akan memberikan dukungan bagi para pelaku usaha, khususnya pelaku usaha yang merupakan produsen mineral.

"Tentu, kami akan mendukung penuh untuk meningkatkan kerja sama antar negara di kawasan Asia-Afrika," tuturnya.

Forum dialog tersebut akan membahas pertukaran informasi tentang kebijakan pertambangan, kebijakan pengelolaan produksi dan ekspor, kebijakan pengelolaan lingkungan, kebijakan tentang hilirisasi, kebijakan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia, serta kerjasama perdagangan, investasi, dan alih teknologi.

Chairman Asia Africa Business Alliance Didie Soewondho menambahkan forum tersebut akan memiliki peran strategis dalam tatanan global dan turut menyumbangkan kemajuan dan keadilan dunia.

"Ini menjadi sangat penting bagi kemajuan negara negara-negara Asia-Afrika. Sudah saatnya negara negara kaya mineral Asia-Afrika bergabung, meningkatkan nilai tambah dalam negeri seperti yang telah dilaksanakan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi–JK sekarang ini," ujarnya.

Dia menilai dinamika geopolitik dunia saat ini mengharuskan Indonesia tetap melihat Afrika sebagai salah satu sahabat dan partner perdagangan dan investasi masa kini dan masa depan.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia adalah salah satu pencetus Gerakan Asia Afrika yang dipelopori oleh Presiden Soekarno 53 tahun yang lalu. Menurutnya, hingga saat ini, semangat Asia Afrika tetap dihargai dan sebagai perekat kerjasama tersebut.

Oleh karena itu, Didie menilai salah satu kerja sama yang bisa dikembangkan adalah membentuk kerjasama negara-negara kaya sumber daya alam terutama pertambangan. Apalagi, Indonesia berhasil meningkatkan nilai tambah sektor mineral khususnya bauksit dan nikel.

Keberhasilan tersebut telah diapresiasi oleh negara-negara Afrika seperti dinyatakan oleh Menteri Kerjasama Investasi Republik Guinea Ibrahima Kassory Fofana pada kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, Republik Guinea adalah negara dengan cadangan bauksit nomor empat terbesar di dunia setelah Rusia, China, dan Brasil.

"Dalam waktu dekat, akan diadakan kunjungan dan pertukaran delegasi sebagai advance team untuk menyiapkan Forum Dialog tersebut," kata Didie.

Tag : pertambangan
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top