Kecelakaan Konstruksi Tol Becakayu, Ini Kata Apindo

Kalangan pengusaha menilai sejumlah kecelakaan yang terjadi dalam proyek-proyek infrastruktur pemerintah tidak dapat menjadi alasan untuk mengritik proyek pembangunan infrastruktur secara umum.
Emanuel B. Caesario | 20 Februari 2018 15:43 WIB
Tim Labfor Bareskrim Pori melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca robohnya tiang pancang pada proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2). Tiang pancang pada proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang roboh pada Selasa (20/2) sekitar pukul 03.00 WIB itu menyebabkan tujuh pekerja dari proyek tersebut terluka. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan pengusaha menilai sejumlah kecelakaan yang terjadi dalam proyek-proyek infrastruktur pemerintah tidak dapat menjadi alasan untuk mengritik proyek pembangunan infrastruktur secara umum.

Hariyadi B. Sukamdari, Ketua Umum Asosiasi Pengusaja Indonesia, mengatakan bahwa kesalahan manusiawi atau human eror dalam setiap jenis pekerjaan hampir pasti selalu ada, tidak tertutup pula bagi pekerjaan berbiaya tinggi seperti infrastruktur.

Menurutnya, kecelakaan yang terjadi pada sejumlah proyek infrastruktur akhir-akhir ini harus dinilai kasus per kasus, tidak dapat digeneralisasi terhadap kualitas seluruh proyek infrastruktur yang ada.

Apindo masih mengapresiasi upaya pemerintah untuk menggenjot infrastruktur, sembari mendorong dilakukannya investigasi mendalam atas kesalahan yang terjadi.

“Kalau perusahaan kontraktor sampai lalau itu cukup serius, ini kan mereka perusahaan-perusahaan berpengalaman. Saya dukung sekali untuk dilakukan investasi yang benar untuk menemukan kesalahannya di mana,” ungkapnya, Selasa (20/2/2018).

Hal tersebut diungkapkan Hariyadi menanggapi kasus kecelakaan konstruksi yang terjadi di proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu pada Selasa (20/2/2018) subuh.

Kecelakaan terjadi pada pukul 03.00 WIB pada saat dilakukan pengecoran pier head dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh. Ada 7 korban luka dari peristiwa kecelakaan tersebut dan sudah ditangani oleh pihak PT Waskita Karya (Persero) Tbk. selaku pemilik proyek.

Manajemen Waskita Karya mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan aparat dan pihak yang berwajib untuk menangani masalah tersebut. Waskita Karya bersama kepolisian tengah melakukan investigasi untuk mendapatkan data dan informasi mengenai peristiwa tersebut. Diharapkan, hasilnya sudah keluar dalam waktu 1x24 jam sejak kecelakaan terjadi.

Adapun, tol Becakayu merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan Waskita Karya sejak 2014 lalu dengan nilai kontrak Rp7,23 triliun dengan panjang 11 km.

Tag : konstruksi, tol becakayu, kecelakaan konstruksi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top