Proyek Jembatan Holtekamp di Papua untuk Sementara Turut Dihentikan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proses pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua akan dihentikan sementara sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan proyek layang di seluruh Indonesia.
Yodie Hardiyan | 20 Februari 2018 18:03 WIB
Foto aerial proyek pembangungan jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, Senin (13/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan proses pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua akan dihentikan sementara sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan proyek layang di seluruh Indonesia.

Langakh itu untuk mengantisipasi dan melakukan evaluasi menyusul kasus kecelakaan konstruksi proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa seluruh proyek pembangunan infrastruktur layang di Indonesia seperti jalan tol, jembatan panjang, kereta ringan (LRT) akan dihentikan sementara untuk dievaluasi. Salah satu proyek tersebut adalah proyek jembatan Holtekamp di Papua.

"Misalnya, besok, Jembatan  Holtekamp di Papua sudah mulai bisa diangkat. Saya bilang No, karena secara konsisten kita evaluasi dulu. Padahal, menurut cuaca, besok terbaik katanya," kata Basuki dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, pejabat direktur dari Kementerian PUPR yang mengurus jembatan telah berada di Papua. Proses pembangunan jembatan Holtekamp itu akan dilanjutkan setelah proses evaluasi proyek infrastruktur layang di seluruh Indonesia selesai dilakukan.

"Sampai semuanya proper," katanya.

Seperti diketahui, kecelakaan kerja dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia terus terjadi dalam 2 tahun terakhir. Basuki mencatat jumlah kecelakaan mencapai 14 kasus. Sebagian kasus tersebut mengakibatkan sejumlah orang, termasuk pekerja proyek, tewas. Sebagian lagi terluka.

Kasus terbaru adalah kecelakaan kerja di proyek jalan tol Becakayu di Jakarta. Seperti diketahui, kecelakaan kerja itu terjadi sekitar pukul 03.00 pada Selasa (20/2/2018).

Pada saat itu, kontraktor proyek tersebut, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., melakukan pengecoran pier head dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh dan menimpa 7 orang pekerja. Korban kecelakaan itu kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit UKI.

Sementara itu, Jembatan Holtekamp dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga. Jembatan itu akan menghubungkan Hamadi, Distrik di Jayapura Selatan dengan Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Pembangunnya merupakan bagian dari upaya mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun dari pinggiran.

Panjang bentang utama adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri atas 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri atas 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

Biaya pembangunan jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan Tbk., PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.

Tag : infrastruktur
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top