Ini Tindakan Rini untuk BUMN Karya Yang Lalai, Termasuk Waskita Karya?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan siap memberikan sanksi kepada jajaran direksi BUMN Karya yang terbukti lalai dalam sejumlah pekerjaan konstruksi yang terjadi.
Newswire | 20 Februari 2018 20:16 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) dan Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) meninjau proyek pembangunan seksi I ruas jalan tol Pekanbaru - Kandis - Dumai, Minggu (23/7). - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan siap memberikan sanksi kepada jajaran direksi BUMN Karya yang terbukti lalai dalam sejumlah pekerjaan konstruksi yang terjadi.

Salah satunya, adalah pada PT Waskita Karya Tbk atas peristiwa ambruknya bekisting pier head Tol Bekasi--Cawang--Kampung Melayu (Becakayu) pagi tadi. Sejauh ini, Waskita mencatatkan tujuh kasus dari total 14 kecelakaan konstruksi yang terjadi sejak Agustus 2017 lalu.

"Pasti. Jika ada human error pasti kami berikan sanksi (pada direksi)," kata Rini di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Selasa (20/2/2018).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono menambahkan proyek tol Becakayu merupakan proyek dibawah Kementerian BUMN. kendati demikian, pihaknya tetap akan mengevaluasi kecelakaan tersebut dari sisi kelaikan konstruksi melalui Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) untuk selanjutnya menghasilkan rekomendasi kepada Menteri BUMN.

"Kebetulan ini proyek investasi di bawah Ibu Menteri BUMN. Kami akan memberikan rekomendasi ke Ibu Menteri dan nanti Ibu Menteri yang memberikan sanksinya apakah ke kepala proyek, GM, apa pengawasnya. Pasti ada sanksi," jelas Basoeki.

Sebelumnya, Waskita Karya telah menyampaikan akan melakukan evaluasi yang menyeluruh untuk memperbaiki seluruh aspek keamanan dan konstruksi perseroan sembari menunggu masa moratorium pekerjaan konstruksi jalan layang (elevated) selesai.

Adapun, Kepala Divisi III WSKT Dono Prawoto menambahkan pihaknya masih melakukan investigasi intensif bersama pihak terkait perihal penyebab kecelakaan di area kerjanya.

"Kami bersama petugas sedang melakukan investigasi lebih lanjut, termasuk saya sebagai kontraktor sedang menunggu instruksi dari pemilik proyek, dan perintah PUPR," jelasnya.

Tadi pagi, bekisting pier head di proyek tol Becakayu ambruk pada pukul 03.00 WIB dan menyebabkan 7 orang luka-luka.  Pada saat dilakukan pengecoran, pier head kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh.

Kejadian tersebut menambah daftar hitam kecelakaan konstruksi yang dilakukan Waskita dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Berdasarkan catatan Bisnis, dari 14 kecelakaan kerja yang terjadi sejak Agustus 2017, tujuh diantaranya dikerjakan oleh emiten berkode WSKT tersebut.

Rincinya, yakni proyek LRT Palembang (4 Agustus 2017), tol Bogor--Ciawi--Sukabumi (22 September 2017), tol Pasuruan--Probolinggo (29 Oktober 2017), tol Layang Jakarta--Cikampek II (16 November 2017).

Tol Pemalang--Batang (30 Desember 2018), Tembok Jalan Perimeter Proyek Kereta Bandara (5 Februari 2017) dan terakhir, tol Becakayu (20 Februari 2018).

Sumber : ANTARA

Tag : bumn karya
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top