DKB Kebut Pesanan Dua Kapal Kemenhub

PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) menargetkan bisa menyelesaikan dua pesanan kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sesuai tenggat kontrak pada April 2018.
Rivki Maulana | 20 Februari 2018 14:42 WIB
Ilustrasi. - IST/KSO PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) menargetkan bisa menyelesaikan dua pesanan kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sesuai tenggat kontrak pada April 2018.

Pesanan tersebut dikerjakan bersama PT Krakatau Shipyard dengan skema kerja sama operasi (KSO). Pemimpin KSO DKB-KS Listianto Koeshandoko mengatakan dua kapal pesanan Kemenhub masing-masing KMP Sabuk Nusantara 73 dan KMP Sabuk Nusantara 88 telah mencatat progres 90%.

"Kami akan kejar target dan oleh karena itu kami banting tulang untuk mengerjakannya," jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (20/2/2018).

Listianto menyebut kapal perintis pesanan Kemenhub dibangun di Galangan I PT DKB, Tanjung Priok. Nilai kontrak pembangunan kapal yang diteken pada 2015 mencapai Rp73 miliar untuk satu unitnya, sehingga KSO DKB-KS meraup kontrak Rp146 miliar dari pesanan dua kapal tersebut.

Setelah diserahkan ke Kemenhub, dua kapal tersebut yakni KMP Sabuk Nusantara 73 dan KMP Sabuk Nusantara 88 akan dioperasikan untuk melayani rute perintis.

Total kapasitas penumpang di dua kapal ini mencapai 427 penumpang. Kapal sepanjang 68,5 meter itu bisa melaju dengan kecepatan 13 knot dan didukung mesin berdaya 2x1.400 Tenaga Kuda.

Dia melanjutkan pengerjaan dua kapal tersebut sempat mengalami kendala karena keterlambatan pengadaan material kapal dan alat pendukung. Dia mengungkapkan vendor atau pemasok berlaku wanprestasi sehingga pihak KSO mencari pemasok lain.

Hasilnya, pada akhir Februari 2018, alat derek atau crane yang akan digunakan di kapal dijawalkan tiba di lokasi galangan.

Selain kapal perintis, KSO DKB-KS juga mengebut konstruksi kapal kontainer, yang juga pesanan dari Kemenhub. Kapal kontainer dengan nilai kontrak pembangunan mencapai Rp103 miliar tersebut berkapasitas 115 TEUs dan dibangun di galangan Krakatau Shipyard, Cilegon. 

Tag : kementerian perhubungan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top