Pelni Dapat Penugasan 6 Trayek Tol Laut

PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) kembali mendapat penugasan program Tol Laut dengan enam trayek pada 2018.
Rivki Maulana | 20 Februari 2018 17:33 WIB
Kapal Penumpang Pelni Ciremai - kapal/penumpang/pelni.blogspot.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) kembali mendapat penugasan program Tol Laut dengan enam trayek pada 2018.

Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubugan Laut Nomor : AL.307/1/I/DTPL-18 tanggal 19 Februari 2018. ]

Corporate Secretary Pelni, Ridwan Mandaliko mengatakan Pelni akan mengangkut barang-barang prioritas ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

Distribusi barang-barang penting ditujukan guna menjamin keteresdiaan barang dan mengurangi disparitas harga. “Barang prioritas pertama yang dimuat adalah beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, dan semen," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (20/2/2018).

Dia menerangkan, barang prioritas kedua yang bisa diangkut mencakup bahan kebutuhan pokok, seperti kedelai dan bahan baku tempe, cabe, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Selanjutnya ikan segar mencakup bandeng, ikan kembung dan tuna, tongkol, cakalang.

Sementara itu, barang prioritas ketiga antara lain padi, jagung, pupuk, Elpiji ukuran 3 kg, triplek, besi baja konstruksi dan baja ringan. Menurut Ridwan, pengguna jasa subsidi Tol Laut didominasi oleh badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat penugasan oleh Menteri Perhubungan untuk membeli dan mendistribusikan barang kebutuhan pokok.

BUMN yang mengemban tugas tersebut yakni PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Perum BULOG, PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT. Semen Indonesia (Persero), dan PT. Pos Logistik Indonesia. Selanjutnya PT. Pertamina (Persero), PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Perum DAMRI. Anak usaha empat BUMN kepelabuhanan juga mendapat tugas serupa.

Ridwan menambahkan, guna memantau distribusi barang kebutuhan pokok, penggunaan ruang muat bersubsidi oleh pihak selain BUMN harus mendapat rekomendasi dari Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan dan Dinas Perdagangan Daerah 3TP tujuan barang.

Di sisi lain, Pelni segera melaksanakan Notice Of Readiness (NOR) untuk enam trayek Tol Laut yang ditugaskan pada perseroan. Enam trayek tersebut yakni T-2, T-4, T-6, T-13, T-14, dan T-15. Untuk diketahui, di 2018 pola operasi Tol Laut menggunakan skema pengumpul dan pengumpan atau hub and spoke..

Berikut rute pada masing-masing trayek :

1. Trayek T-2 melayani Tanjung Priok-Tanjung Batu-Belinyu-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan-Tanjung Priok dengan armada KM. Caraka Jaya Niaga III-4.

2. Trayek T-4 melayani Tanjung Perak-Makasar-Tahuna PP dengan KM. Logistik Nusantara 1 dan Trayek Feeder melayani Tahuna-Kahaktuang-Burias-Tagulandang-Blaro-Lirung-Melongoane-Miangas-Marore dengan KM. Kandhaga Nusantara 1.

3. Trayek T-6 melayani Tanjung Perak-Tidore-Morotai-PP dengan KM. Caraka Jaya Niaga III-2.

4. Trayek T-13 melayani Kalabahi-Moa-Rote (Baa)-Sabu (Bu) PP dengan KM. Logistik Nusantara 3.

5. Trayek T-14 melayani Tanjung Perak-Lewoleba-Adonara/Tenong-Larantuka PP dengan KM. Logistik Nusantara 4

6. Trayek T-15 melayani Tanjung Perak-Kisar-Namrole-PP dengan KM. Logistik Nusatara 2

Tag : Tol Laut
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top