Bulog Jamin Ketersediaan Pangan di Produsen dan Konsumen

Badan Urusan Logistik menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga pangan nasional untuk tingkat produsen dan konsumen.
Rayful Mudassir | 21 Februari 2018 13:21 WIB
Petani menjemur gabah di tempat pengeringan gabah, di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2018). - ANTARA/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Urusan Logistik menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga pangan nasional untuk tingkat produsen dan konsumen.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Siti Kuwati mengatakan pihaknya ditugaskan oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat produsen dan konsumen

Hal ini dipertegas dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

Pada tingkat produsen, pihaknya komitmen menjaga stabilisasi harga dengan pembelian pangan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) atau harga acuan. HPP yang saat ini berlaku berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2015.

"Artinya untuk produsen, Bulog berfungsi sebagai penyangga harga, yang apabila harga sudah diatas HPP maka tugas Bulog disisi produsen sudah cukup karena produsen [petani] sudah terlindungi harganya. Intinya tugas kami bukan untuk menyerap pada saat harga sudah di atas HPP," kata Siti dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (21/2/2018)

Saat ini, rata-rata harga pasar untuk gabah atau beras berada di atas HPP, sehingga Bulog sulit menyerap. Dalam hal ini, pihaknya bertugas sebagai penyangga harga di tingkat produsen sudah berjalan sesuai tupoksi.

Berdasarkan data BPS, rata-rata nasional sepanjang tahun 2017 harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani berkisar Rp4.308 - Rp4.995 per kg, dan gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan berkisar Rp5.313 - Rp5.689 per kg. Sedangkan beras medium ditingkat penggilingan sepanjang tahun 2017 yaitu berkisar di harga Rp8.654-Rp9.526 per kg. Ketiganya selalu berada diatas HPP, yaitu GKP tingkat petani Rp3.700 per kg, GKG tingkat penggilingan Rp4.600/kg dan beras medium Rp7.300 per kg.

Pada Januari 2018, BPS mencatat harga rata-rata nasional GKP tingkat petani Rp5.415 per kg, GKG tingkat penggilingan Rp6.099 per kg dan beras medium di tingkat penggilingan Rp10.177 per kg.

"Dengan rata-rata harga pasar yang saat ini berada di atas HPP, sebenarnya inilah momen untuk para petani menikmati harga yang baik. Sehingga Bulog tidak wajib menyerap gabah dan beras mereka, dan bukan berarti Bulog tidak mau menyerap gabah dan beras dalam negeri," paparnya.

Meskipun harga gabah di atas HPP, badan tersebut juga melakukan penyerapan dengan skema komersial untuk memenuhi kebutuhan penjualan beras komersial.

Penyerapan gabah atau beras Bulog selama 2017 sebanyak 2,16 juta ton setara beras. Untuk tahun 2018, hingga 21 Februari ini, Bulog telah melakukan penyerapan sebanyak 17.694 ton setara beras.

Menurutnya, Bulog memiliki 1.400 lebih unit gudang yang tersebar di 26 Divisi Regional dan terletak di seluruh Indonesia dengan kapasitas simpan kurang lebih 4 juta ton, sehingga dapat menyerap sebanyak mungkin gabah atau beras sepanjang kualitas dan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pada sisi konsumen, Bulog menjaga ketersediaan pangan dan menjalankan fungsi stabilisasi harga pangan melalui pelaksanaan Operasi Pasar (OP) dengan harga maksimum sama dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Untuk jumlah OP yang telah dilakukan BULOG, sampai dengan tanggal 21 Februari 2018 kurang lebih sebanyak 223 ribu ton," tutup Wati.

Tag : bulog
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top