Ekspor Industri Alas Kaki Nasional Menapak Sampai US$4,7 Miliar

Kementerian Perindustrian mencatat industri alas kaki nasional pada 2017 mencatatkan nilai ekspor sebesar US$4,7 miliar atau naik 2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang US$4,6 miliar.
Jaffry Prabu Prakoso | 21 Februari 2018 23:11 WIB
Ilustrasi: Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu. - Bisnis.com/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian mencatat industri alas kaki nasional pada 2017 mencatatkan nilai ekspor sebesar US$4,7 miliar atau naik 2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang US$4,6 miliar.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan pertumbuhan ini jelas memberikan harapan besar bagi para pelaku industri alas kaki dan industri barang dari kulit di dalam negeri, termasuk untuk sektor IKM.

Dia menambahkan kinerja positif dari industri alas kaki nasional lantaran juga didorong melalui upaya pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif di Tanah Air.

“Ini pun menunjukkan bahwa ada perbaikan perekonomian Indonesia yang membuat para pelaku bisnis kita dapat lebih optimistis dan semangat di tahun 2018,” ungkapnya pada Rabu (21/2/2018).

Kemenperin mencatat sebaran IKM alas kaki di Indonesia mencapai 32.562 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 113.907 orang.

Secara makro dalam 5 tahun (2012-2016), terjadi peningkatan signifikan terhadap konsumsi per kapita masyarakat Indonesia terhadap alas kaki yang semula hanya dua pasang menjadi lebih dari tiga pasang per tahun.

“Melihat potret pasar saat ini, kami yakin pada masa mendatang untuk konsumsi alas kaki di dalam negeri akan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tingkat kemakmuran atau daya beli masyarakat,” tambah Gati.

Dilihat dari kinerja pertumbuhan, kelompok industri kulit, barang jadi kulit, dan alas kaki nasional berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini mampu tumbuh sebesar 8,51% pada 2016.

“Jika dari kontribusinya, sektor ini telah menyumbang PDB nasional sebesar 1,56% vpada 2016 dari sektor nonmigas,” tutur Gati.

Berdasarkan World Footwear Market 2016, Asia masih mendominasi 87% produksi alas kaki dunia. Indonesia berada di posisi keempat dengan total produksi mencapai 1 miliar pasang per tahun atau sekitar 4,4% kontribusi produksi alas kaki Indonesia ke dunia.

“Untuk itu, agar terus mampu bersaing di pasar dunia, melalui BPIPI [Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia] yang berada di bawah naungan Ditjen IKM, kami membuat strategi pengembangan IKM alas kaki nasional yang akan difokuskan pada penguatan eksistensi dan kemajuan organisasi,” ungkap Gati.

Dia menambahkan IKM alas kaki saat dituntut harus mampu menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi pada produk yang dihasilkan. Salah satu upaya strategis yang perlu dilakukan adalah meningkatkan pembangunan sektor ekonomi industri dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kualitas produk.

Tag : alas kaki
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top