BISNIS WARALABA: Pertumbuhan Usaha Masih akan Ngebut Tahun Ini

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit mengatakan industri waralaba diharapkan dapat lebih baik dari tahun lalu dan tetap tumbuh.
Agne Yasa | 22 Februari 2018 13:50 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA--     Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit mengatakan industri waralaba diharapkan dapat lebih baik dari tahun lalu dan tetap tumbuh.

“Kami prediksi bisa naik sampai 7%. Ini kan masih awal tahun, kami berharap bisa lebih daripada tahun lalu.” katanya, kepada Bisnis.

Adapun omzet dari waralaba pada 2017 sekitar Rp200 triliun untuk seluruh bisnis waralaba baik asing maupun lokal.

“Untuk, omzet waralaba Rp200 triliun secara keseluruhan pada 2017, [kontribusi] waralaba asing sekitar 65%, lokal 35%,” ujarnya.

Levita optimistis karena melihat respons yang baik terhadap waralaba, seperti minat dari luar kepada waralobal lokal untuk hadir di berbagai pameran waralaba luar negeri.

Pada 2017, jenis waralaba yang masih terus berkembang yaitu di sektor makanan dan minuman (food & beverage) dan jasa. Levita mengatakan sampai saat ini pun, waralaba makanan dan minuman masih menduduki peringkat atas.

“Hal itu bisa dilihat dengan restoran baru yang dibuka, restoran lokal. Begitu juga dari luar waralaba asing juga banyak dalam F&B,” katanya.

Dia mengatakan hal tersebut juga dipengaruhi respons masyarakat Indonesia terhadap makanan dan minuman yang sangat positif. Menurutnya dengan kondisi ekonomi yang kurang baik, bisnis makanan tidak pernah mati.

“Kalau urusan perut tetap number one ya,” katanya.

Menurutnya, ke depan waraba yang akan berkembang juga masih di sektor makanan dan minuman. Untuk waralaba lokal, dia mengatakan saat ini banyak yang menyajikan makanan-makanan lokal atau rumah atau makanan Indonesia tempo dulu serta daerah yang diangkat menjadi makanan nasional.

Tag : waralaba
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top