Tak Lama, Penghentian Konstruksi Layang Hanya 2 Pekan! Asal ...

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan penghentian sementara pekerjaan konstruksi layang dapat rampung dalam waktu 2 pekan.
Irene Agustine | 22 Februari 2018 18:21 WIB
Kereta rel listrik melintas di dekat lokasi launching girder (alat angkat proyek) yang jatuh pada proyek pembangunan jalur ganda kereta ManggaraiJatinegara, di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan penghentian sementara pekerjaan konstruksi layang dapat rampung dalam waktu 2 pekan.

Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin Kementerian PUPR mengatakan bahwa dengan target waktu tersebut, pemerintah menjamin penyelesaian proyek yang tengah berhenti tidak akan meleset dari target.

"Seluruh program-program strategis tetap jalan, kecuali elevated. Itu pun tidak sampai 2 minggu kami perkirakan sudah selesai," kata Syarif dalam diskusi tentang Penghentian Sementara Konstruksi Layang di Gedung Serbaguna Kementerian Kominfo, Kamis (22/2/2018).

Namun, dia mengharapkan agar penyelesaian evaluasi dan persetujuan kembali dapat dilakukan lebih cepat sehingga pelaksanaan proyek bisa langsung kembali berjalan.

Pencabutan penghentian sementara proyek konstruksi layang harus melewati delapan kriteria dan indikator penilaian, yakni desain dapat dibangun dengan selamat, memenuhi ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat, menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan, menggunakan material yang memenuhi standar mutu SNI, menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan, melaksanakan prosedur standar operasi, dan adanya keberadaan konsultan pengawas.

Saat ini, kata Syarif, pemerintah sedang mengerjakan proyek prioritas seperti infrastruktur penyelenggaraan Asian Games 2018 dan jalan tol Trans-Jawa yang ditargetkan sebelum sebelum Ramadan tiba.

"Kebijakan penghentian sementara tidak membuat target yang ditetapkan pemerintah tidak terlaksana. Pemberhatian sementara ini tidak akan melakukan pelaksanaan program strategis terlambat."

Saat ini, Syarif mengatakan bahwa Jembatan Holtekamp di Papua menjadi proyek pertama yang telah dilakukan evaluasi oleh Komite Keselamatan Konstruksi dan disetujui pekerjaan layang untuk dilanjutkan.

"Adhi Karya sementara sedang dievaluasi hari ini, ini untuk segmennya beda-beda proyeknya. Diharapkan semua yang lain menyusul," ujarnya.

Pada Selasa dini hari, pekan ini, terjadi kecelakaan konstruksi pada pengerjaan jalan tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu yang digarap PT Waskita Karya Tbk.

Hal itu memicu pemerintah mengambil tindakan tegas berupa penghentian sementara seluruh pekerjaan konstruksi layang di Tanah Air.

Keputusan tersebut disampaikan bersama oleh Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri BUMN Rini Soemanrno, dan Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi.

Akan tetapi, hari ini, Kementerian PUPR melansir 32 proyek jalan tol dan 4 proyek perkeretaapian yang kerkena “pembekuan” sementara.

Tag : moratorium, kecelakaan konstruksi
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top