PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT: Intensifikasi Jadi Pilihan Utama

Tingginya permintaan atas berbagai produk olahan berbahan dasar kelapa sawit memaksa para pengusaha untuk bisa meningkatkan hasil produksinya tanpa melakukan perluasan lahan.
Juli Etha Ramaida Manalu | 22 Februari 2018 20:22 WIB
Ilustrasi kelapa sawit - Reuters/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA—Tingginya permintaan atas berbagai produk olahan berbahan dasar kelapa sawit memaksa para pengusaha untuk bisa meningkatkan hasil produksinya tanpa melakukan perluasan lahan.

Dorongan peningkatan produksi tanpa melakukan perluasan lahan ini didasari pada fakta bahwa luas lahan perkebunan sering kali berbanding terbalik dengan produktivitasnya yang masih tergolong minim.

“Untuk mengoptimalkan produksi kelapa sawit, maka intensifikasi dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut,” kata Head of Agronomy Department Asian Agri R&D Centre Bahilang, Sumatra Utara, Abdul Aziz seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima Bisnis, Kamis (22/2/2018).

Aziz menjelaskan ada beberapa hal penting dalam program intensifikasi yang dilakukan oleh Asian Agri seperti pemilihan material tanaman unggul untuk kebun kelapa sawit, juga jenis dan aplikasi pemupukan yang efektif.

Dia menyebutkan bahwa kualitas dan konsistensi pemupukan tanaman menjadi faktor yang sangat menentukan peningkatan produksi kelapa sawit. Pasalnya, proses pemupukan menyediakan unsur hara sebagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Kecukupan nutrisi kemudian akan mendorong pertumbuhan tanaman yang sehat. Selain itu, tanaman juga akan lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta dapat memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) dengan kandungan minyak yang tinggi.

Sementara itu, terkait bibit, dia mengatakan saat ini petani memiliki banyak pilihan bibit kelapa sawit dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan.

Kendati demikian, dia mengingatkan agar para petani bisa cermat dalam membeli bibit sawit dengan memastikan bahwa mereka mendapatkannya dari sumber resmi sehingga memperoleh jaminan keaslian dan kualitas.

“Di Asian Agri, kami memproduksi bibit unggul Topaz untuk mendukung produktivitas perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Bibit kelapa sawit Topaz, katanya, mampu menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) dan minyak sawit mentah dengan jumlah di atas rata-rata, sehingga memberikan keuntungan bagi petani maupun perusahaan.

Tidak hanya menghasilkan buah dan minyak yang tinggi, bibit Topaz juga diklaim mampu beradaptasi dengan baik di tanah marjinal dan memiliki pertumbuhan meninggi yang lambat, yang disebut baik bagi tanaman kelapa sawit.

Bibit kelapa sawit Topaz resmi dijual di pasaran sejak tahun 2004 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI no. 57, 58, 59 dan 60/KPTS/SR.120/1/2004. Bibit ini juga telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 (TUV NORD) Sistem Manajemen Mutu dan ISO 14001:2004 (SGS) Manajemen Lingkungan.

Tag : kelapa sawit
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top