Ini Penyebab Snapchat Kehilangan Rp17 Triliun Dalam Sekejap

Bloomberg melansir Jumat (23/2/2018), penurunan harga saham Snap Inc. tersebut membuat perusahaan itu kehilangan US$1,3 miliar atau sekitar Rp17,7 triliun.
Annisa Margrit | 23 Februari 2018 12:54 WIB
Kylie Jenner dan Travis Scott. - eonline

Bisnis.com, JAKARTA - Saham Snap Inc., pemilik Snapchat, turun 6,1% setelah Kylie Jenner mengatakan dia tidak lagi menggunakan aplikasi tersebut.

Bloomberg melansir Jumat (23/2/2018), penurunan harga saham Snap Inc. tersebut membuat perusahaan itu kehilangan valuasi pasar senilai US$1,3 miliar atau sekitar Rp17,7 triliun.

Dalam cuitan di akun Twitter-nya, Rabu (21/2) waktu setempat, Jenner bertanya kepada para follower-nya apakah ada yang masih menggunakan Snapchat. Pasalnya, selebriti AS yang populer lewat serial reality show Keeping Up with the Kardashian ini sudah tidak lagi memakai aplikasi pesan foto tersebut.

Pertanyaan ini mendapat respons dari 24,5 juta follower-nya. Beberapa jam kemudian, Jenner menyatakan meski sudah tidak lagi sering menggunakan Snapchat tapi dia masih mencintai aplikasi ini.

Namun, hal itu tidak banyak membantu. Sehari kemudian, Maybelline mengikuti langkah Jenner dan bertanya apakah mereka harus tetap menggunakan Snapchat.

Menurut merek kosmetik milik L'oreal SA itu, tidak banyak lagi orang yang menonton konten Snapchat mereka.

Sejak Snapchat melakukan beberapa perubahan desain, banyak keluhan dari penggunanya. Hal ini tidak luput dari kajian para analis Wall Street.

Analis Citigroup Mark May bahkan memberikan rekomendasi jual untuk saham Snapchat dari posisi netral. Rekomendasi tersebut didasari melambungnya ulasan negatif terhadap perubahan desain aplikasi itu.

Dia memperkirakan ulasan negatif ini akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Di sisi lain, Chief Executive Snap Inc. Evan Spiegel kemungkinan akan menjadi pemimpin perusahaan dengan gaji terbesar di AS. Setelah perusahaan itu melantai di bursa pada Maret 2017, dia memperoleh saham hibah senilai US$636,6 juta yang akan mulai dicairkan pada 2020.

Sumber : Bloomberg

Tag : Snapchat
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top