Len MoU dengan Pengembang Energi Asal Bulgaria, Kembangkan Energi Baru dan Terbarukan

PT Len Industri (Persero) menjalin kerjasama dengan International Power Supply (IPS), perusahaan asal Bulgaria, untuk mengembangkan sistem energi terbarukan di Indonesia.
Denis Riantiza Meilanova | 23 Februari 2018 07:24 WIB
Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- PT Len Industri (Persero) menjalin kerjasama dengan International Power Supply (IPS), perusahaan asal Bulgaria, untuk mengembangkan sistem energi terbarukan di Indonesia.

Direktur Utama Len, Zaky Gamal Yasin mengatakan sebagai promotor dalam Solar Energy pihaknya mengkampanyekan penggunaan energi bersih. Namun, investasi untuk mengimplementasikan energi bersih semakin mahal.

Dia berharap kerja sama dengan IPS yang memiliki teknologi solar energy yang lebih maju dapat menghasilkan investasi solar energy yang lebih murah.

"Kami terus mencari teknologi baru. Ini kerja sama dengan IPS jadi teknologi terbaru investasi power plant ini lebih murah ke depan," ujar Zaky dalam konferensi pers di Renewable Innovation Forum, Kamis (22/2/2018) di Jakarta.

Zaky menjelaskan kerja sama ini baru akan dilakukan dalam bentuk sharing teknologi tentang pembangkit sistem off grid, yakni yang tidak terkoneksi ke jaringan listrik PLN.

Selain dengan LEN, IPS juga meneken MoU dengan Universitas ITB dan Unhan.

Vice Rector for Finance, Planning and Development ITB Wawan Gunawan mengatakan saat ini problem utama dalam pengembangan teknologi solar cell panel system adalah baterai yang mahal dan berat.

"Kita kuasai teknologinya tapi harganya masih mahal dan baterainya besar berton-ton. Jadi bawanya ke daerah pedesaan kan susah," kata Wawan.

Dia berharap dengan kerja sama yang terjalin dengan IPS dapat mengembangkan baterai bervolume kecil namun berkapasitas besar dan harganya murah.

IPS sendiri telah sukses mengembangkan sistem off grid dengan teknologi Exeron, teknologi yang bisa mengubah-ubah penggunaan sehari-hari energi EBT dan konvensional.

Teknologi ini sudah digunakan di 58 negara. Exeron bisa digunakan di desa-desa karena desainnya yang ringkas, pemeliharaan yang sederhana dan hemat energi.

Tag : energi terbarukan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top