Terendam Banjir, Jalur Selatan dan Utara KA Terputus

Terendam Banjir, Jalur Selatan dan Utara KA Terputus
Newswire | 23 Februari 2018 19:29 WIB
Ilustrasi - Twitter @Sutopo Purwo Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah kereta api yang melintasi jalur selatan dan utara tak bisa beroperasi akibat jalur kereta terendam banjir. Aliran air membawa batu-batu kerikil ke bantalan rel.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon Krisbiyantoro menjelaskan, sejak Jumat, 23 Januari 2018, pukul 11.30, semua kereta api tidak bisa melintas, baik di jalur selatan (Cirebon-Ciledug-Prupuk-Purwokerto) maupun utara (Cirebon-Tegal-Semarang). "Sebelumnya, kereta api masih bisa dialihkan melalui utara, lewat Tegal. Namun sejak pukul 11.30 semua rel sudah tidak bisa lagi dilalui," ujarnya, Jumat, 23 Februari 2018.

Khusus untuk jalur selatan, panjang rel yang terendam banjir mencapai 1.100 meter. Sementara rel yang menggantung karena kerikil hanyut terbawa air mencapai 700 meter. Di jalur utara, rel yang terendam banjir mencapai 13 sentimeter, baik di hulu maupun hilir. Sejak pukul 11.30 jalur kereta tersebut dinyatakan tidak bisa dilewati.

Akibatnya, semua perjalanan kereta api terganggu. Perjalanan kereta yang terganggu di jalur selatan sebanyak 46 kereta api dan di jalur utara 84 kereta api. "Kereta-kereta tersebut berhenti di stasiun terdekat dengan lokasi banjir,” ucap Kris.

Pada Jumat, 23 Februari 2018, sekitar pukul 00.13, Sungai Cisanggarung di kilometer 252+5/7 antara Stasiun Ketanggungan dan Ciledug meluap serta membanjiri daerah sekitar, termasuk jalur kereta api. Semula perjalanan kereta api bisa dialihkan ke jalur utara. Namun, karena jalur utara juga terendam banjir dengan ketinggian hingga 13 cm, akhirnya jalur itu pun ditutup dan tidak boleh dilalui.


Sumber : Tempo

Tag : kereta api
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top