Genjot Pertumbuhan, Pemerintah Dorong IKM Masuk Marketplace

Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk dapat menggunakan marketplace untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Saat ini, Kemenperin juga telah memiliki program e-smart IKM.
Dara Aziliya | 24 Februari 2018 21:38 WIB
Pekerja merapikan batu alam yang sudah dipotong di Desa Kalibening, Dukun, Magelang Jawa Tengah, Selasa (10/10). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk dapat menggunakan marketplace untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Saat ini, Kemenperin juga telah memiliki program e-smart IKM.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin gati Wibawaningsih menyampaikan marketplace dapat menjadi medium potensial bagi IKM untuk memasarkan produknya lebih luas secara online.

“Oleh karena itu, kami telah memfasilitasi platform digital untuk pelaku IKM, melalui program e-Smart IKM sejak tahun lalu,” ungkap Gati melalui keterangan resmi, Sabtu (24/2/2018).

Gati menyampaikan pada tahun 2017, sudah ada 1730 IKM yang telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Tahun 2018 ditargetkan bertambah sebanyak 4000 IKM dan tahun 2019 membidik hingga 5000 IKM.

“Para peserta workshop mendapat pelatihan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya. Selain itu, materi tentang cara foto produk dan mengunggahnya, serta cara berjualan di marketplace,” terang Gati.

Kemenperin mencatat jumlah unit usaha IKM di dalam negeri mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2013, ada 3,43 juta IKM, naik menjadi 3,52 juta IKM pada tahun 2014. Kemudian, mampu mencapai 3,68 juta IKM di tahun 2015, dan bertambah lagi hingga 4,41 juta tahun 2016. Pada triwulan II tahun 2017, jumlah IKM berada di angka 4,59 juta unit usaha.

Adapun, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan Kementerian melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap sektor IKM dalam rangka penguatan struktur industri nasional.

 “Kami melakukan fasilitasi peningkatan kemampuan sentra-sentra IKM di Indonesia, meliputi sentra IKM pangan, barang dari kayu dan furnitur, sentra IKM kimia, sandang, aneka dan kerajinan, serta sentra IKM logam, mesin, elektronika dan alat angkut,” ungkap Airlangga belum lama ini.

Tag : ikm
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top