Pertamina Akan Tingkatkan Investasi EBT Hingga 15%

Pertamina berencana meningkatkan porsi investasinya di bidang pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) hingga 10%-15% dalam beberapa tahun ke depan.
Denis Riantiza Meilanova | 24 Februari 2018 09:10 WIB
Truk pengangkut BBM Pertamina bersiap melakukan distribusi. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Pertamina berencana meningkatkan porsi investasinya di bidang pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) hingga 10%-15% dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan pengembangan EBT, terutama di bidang pengembangan panas bumi, tenaga surya, tenaga angin, dan biofuel. Namun demikian, alokasi investasi Pertamina di bidang EBT masih tergolong kecil.

“Sekarang masih kecil ya. 2030 kami baru bikin road map, porsinya akan besar sih sekitar 10%-15%. Sekarang masih 1% nggak nyampe,” ujar Gigih.

Gigih menilai pengembangan EBT saat ini masih cukup menantang terutama dari segi nilai keekonomiannya yang sulit tercapai. Untuk itu dukungan dari pemerintah sangat diperlukan.

“Ke depan dengan dukungan pemerintah dan potensi-potensi yang ada seperti di Papua, untuk off grid itu mungkin kami bisa masuk,” katanya.

Adapun saat ini EBT yang dikembangkan Pertamina, yakni pembangkit listrik tenaga surya, masih bersifat on use atau digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan. Salah satunya, untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk operasi kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

Gigih menyebutkan penggunaan PLTS tersebut dapat menghemat biaya perusahaan hingga 10%-15%.

Sementara itu, Pertamina belum berminat memanfaatkannya untuk keperluan komersial. Pasalnya, kata Gigih, saat ini harga jual listrik dari pembangkit EBT masih murah.

“Ya kalau keekonomian itu jualnya US$10-US$11 cent/kilo watt hour [kWh], bahkan mungkin US$14 kalau mau dapat margin gede. Sekarang kan PLN masih beli di level US$6-US$7 cent,” ujar Gigih.

Tag : pertamina
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top